Kegiatan tersebut menjadi momen kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus bentuk empati terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.
Pemerintah daerah melaporkan bahwa peristiwa tanah bergerak di Desa Padasari telah mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta infrastruktur lingkungan.
Sebagian warga terpaksa mengungsi demi keselamatan, mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih menjadi perhatian.
BPBD bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa telah mendirikan posko darurat untuk menampung warga terdampak.
Bantuan logistik, termasuk kebutuhan pangan, air bersih, dan perlengkapan dasar, mulai disalurkan secara bertahap.
Selain itu, tim teknis juga melakukan pemantauan kondisi tanah guna mengantisipasi risiko lanjutan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan.
Upaya tersebut meliputi penanganan darurat, perencanaan relokasi jika diperlukan, serta perbaikan infrastruktur yang rusak.
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengutamakan keselamatan warga.
Pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat terus diperbarui agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.

