Portal Pantura, Brebes – Warga Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melayangkan protes keras terkait kondisi jalan rusak yang sudah belasan tahun tak tersentuh perbaikan. Kerusakan parah membuat mobilitas masyarakat terganggu, bahkan memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.
Tokoh masyarakat setempat, Tohenda, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini telah berlangsung sejak 16 tahun lalu. Hingga kini, kondisi tersebut tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Mobilitas warga terganggu karena jalan rusak. Kami sudah lama menunggu perbaikan, tapi tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari Koriah, salah satu tokoh perempuan Desa Ciputih. Ia mengaku selalu merasa cemas setiap kali melintas di jalan tersebut.
“Kalau lewat, saya was-was. Takut jatuh, apalagi kalau musim hujan, jalannya semakin licin dan membahayakan,” ungkapnya.
Warga Swadaya Tambal Jalan Rusak
Minimnya respons pemerintah membuat warga memilih jalan alternatif. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan dengan cara seadanya, menggunakan tanah urugan untuk menutup lubang. Tak hanya itu, warga juga menanam pohon pisang di titik kerusakan sebagai simbol protes.
Langkah ini menjadi tanda ketidakpuasan masyarakat sekaligus peringatan keras agar pemerintah segera turun tangan.
Data yang dihimpun, jalan rusak di Ciputih membentang sepanjang sekitar 2,6 kilometer. Selain itu, terdapat empat jembatan yang kondisinya memprihatinkan dan hampir putus. Situasi ini memperparah keterisolasian warga, terutama saat musim hujan ketika akses jalan semakin sulit dilalui kendaraan.
Lampu PJU Mati, Warga Merasa Dirugikan
Selain jalan rusak, warga juga menyoroti masalah penerangan jalan umum (PJU). Banyak lampu PJU di wilayah tersebut mati total, padahal masyarakat selalu membayar tagihan listrik termasuk biaya untuk penerangan jalan.
“Warga merasa tidak adil. Kami taat bayar listrik, tapi penerangan tidak menyala. Ini menambah kesulitan, terutama di malam hari,” keluh Koriah.
Tim Redaksi
