Portal Pantura, Jakarta – Jangan langsung percaya jika ada orang mengaku petugas ukur tanah dari BPN mendatangi rumah Anda. Bisa jadi, itu penipuan.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada. Modus penipuan berkedok petugas ukur tanah resmi kini perlu diantisipasi serius.
Petugas Resmi Selalu Bawa Surat Tugas
Direktur Survei dan Pemetaan Tematik ATR/BPN, Agus Apriawan, menegaskan satu hal penting. Setiap pengukuran tanah resmi selalu didahului permohonan layanan dari masyarakat.
“Pengukuran lapangan dilaksanakan berdasarkan surat tugas dan nomor berkas permohonan pelayanan,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/4/2026).
Artinya, petugas yang datang harus bisa menunjukkan dokumen itu. Tanpa surat tugas, klaim sebagai petugas resmi patut diragukan.
Selain surat tugas, petugas juga wajib memiliki identitas kedinasan. Masyarakat berhak memintanya sebelum proses pengukuran dimulai.
Kenali Detail yang Harus Diketahui Petugas
Petugas ukur tanah resmi bukan datang tiba-tiba tanpa informasi. Mereka harus menguasai detail kegiatan yang akan dilakukan.
Agus menyebut setidaknya ada beberapa informasi yang harus bisa dijelaskan petugas. Pertama, nomor berkas permohonan. Kedua, nama pemohon. Ketiga, lokasi bidang tanah. Keempat, tujuan pengukuran.
Tujuan pengukuran pun beragam. Mulai dari pendaftaran tanah pertama kali, pemecahan atau pemisahan bidang tanah, pengembalian batas, hingga penataan batas. Semua terhubung dengan dokumen layanan resmi.
Jika petugas tidak bisa menjelaskan hal-hal dasar itu, warga perlu curiga.
Langkah Konkret Jika Ragu
ATR/BPN memberi panduan jelas bagi warga yang merasa tidak yakin dengan petugas yang datang.
Pertama, minta petugas menunjukkan identitas kedinasan.
Kedua, minta surat tugas beserta nomor berkas permohonan.
Ketiga, jika petugas tidak bisa memenuhi permintaan itu, jangan lanjutkan proses pengukuran.
Keempat, segera hubungi Kantor Pertanahan (Kantah) setempat untuk konfirmasi.
“Masyarakat dapat melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Pertanahan setempat untuk memastikan apakah benar terdapat kegiatan pengukuran pada waktu tersebut,” tegas Agus.
Langkah sederhana ini bisa mencegah kerugian besar. Jangan ragu melakukannya.
Literasi Pertanahan Jadi Tameng
ATR/BPN menekankan, kewaspadaan masyarakat adalah pertahanan terbaik dari oknum tak bertanggung jawab. Banyak modus penipuan memanfaatkan ketidaktahuan warga soal prosedur resmi pertanahan.
Dengan memahami alur layanan, masyarakat tidak mudah dimanipulasi. Proses ukur tanah tidak pernah dilakukan mendadak tanpa jejak administrasi yang jelas.
Jika ada yang mengaku petugas BPN namun tidak bisa menunjukkan dokumen apapun, itu sinyal bahaya.
Cara Verifikasi Petugas Ukur Tanah Resmi
Berikut poin penting yang perlu diingat masyarakat:
- Minta identitas kedinasan sebelum izinkan masuk
- Minta surat tugas dan nomor berkas permohonan
- Tanyakan detail tujuan dan lokasi pengukuran
- Konfirmasi ke Kantah jika ada keraguan
- Jangan lanjutkan proses jika ada yang tidak beres
Ingat, proses ukur tanah resmi selalu berawal dari permohonan yang Anda ajukan sendiri. Jika Anda tidak pernah mengajukan permohonan, pertanyakan kehadiran petugas tersebut.***

