Portal Pantura – Toyota baru saja meluncurkan Veloz Hybrid di Indonesia. Klaim efisiensinya mengejutkan: hemat bahan bakar hingga 40 persen dibanding Veloz bensin konvensional.
Banyak yang mengira motor listrik adalah satu-satunya kunci kehematan itu. Ternyata, ada teknologi lain yang bekerja jauh lebih dalam.
Namanya Power Split Device, atau disingkat PSD.
Apa Itu Power Split Device?
PSD adalah komponen inti dalam Toyota Hybrid System (THS). Teknologi serupa juga dipakai pada Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid.
Cara kerjanya sederhana dalam konsep, tetapi canggih dalam eksekusi. PSD bertugas mengatur aliran tenaga dari tiga sumber: mesin bensin, motor listrik, dan generator.
Bayangkan PSD sebagai seorang dirigen orkestra. Ia yang memutuskan kapan mesin bensin bekerja, kapan motor listrik mengambil alih, dan kapan keduanya beroperasi bersamaan.
Semua itu terjadi otomatis. Tanpa jeda. Tanpa getaran. Tanpa campur tangan pengemudi.
Di dalam PSD terdapat mekanisme planetary gear, yaitu susunan roda gigi presisi yang membagi dan mengalirkan tenaga dari berbagai sumber secara mulus.
Mengapa Lebih Irit dari Transmisi Biasa?
Pada mobil konvensional, tenaga mesin harus melewati transmisi, baik manual, otomatis, maupun CVT. Setiap jenis transmisi itu memiliki kerugian mekanis tersendiri.
CVT punya sabuk baja yang menimbulkan gesekan. Transmisi otomatis konvensional memiliki torque converter yang menyerap tenaga. Transmisi manual bergantung pada kopling yang bisa aus.

