Portal Pantura, Brebes – Sembilan mahasiswa Universitas Peradaban memulai petualangan mereka di Desa Kalilangkap, Kecamatan Bumiayu. Bukan sekadar tugas kuliah, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini hadir dengan misi khusus: mengubah desa melalui inovasi hijau dan digitalisasi.
Tema Besar: Digitalisasi dan Potensi Lokal
KKN kali ini mengusung tema menarik: “Desa Nyata, Data Terjaga: Digitalisasi Sejarah dan Potensi Lokal sebagai Pondasi Asta Cita Pembangunan Indonesia.”
Tema tersebut bukan asal pilih. Mahasiswa ingin membuktikan bahwa desa bisa maju tanpa meninggalkan akar budayanya.
Pemerintah Desa Kalilangkap menyambut hangat kedatangan tim KKN. Kepala desa berharap program ini bukan sekadar formalitas, melainkan memberi dampak nyata bagi warga.
Vertical Garden: Solusi Hijau di Lahan Sempit
Program unggulan pertama adalah pembuatan vertical garden atau taman vertikal. Konsepnya sederhana namun brilian.
Dinding rumah warga disulap jadi media tanam. Tanaman tumbuh ke atas, bukan ke samping. Cocok untuk area dengan lahan terbatas.
“Kami ingin warga punya ruang hijau meski lahannya sempit,” ujar salah satu anggota tim KKN.
Vertical garden tak hanya soal estetika. Program ini juga mendorong kesadaran lingkungan dan bisa jadi sumber pangan alternatif.
TOGA: Apotek Hidup di Halaman Rumah
Program kedua tak kalah menarik: penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Mahasiswa mengajak warga menanam jahe, kunyit, lengkuas, dan tanaman herbal lainnya. Tujuannya menciptakan “apotek hidup” di setiap rumah.
TOGA membantu warga menghemat biaya kesehatan. Saat sakit ringan, mereka tak perlu langsung ke puskesmas. Cukup petik tanaman obat di halaman sendiri.
Program ini juga edukasi. Warga belajar manfaat dan cara mengolah tanaman obat secara tradisional.
Tim Multidisiplin: Kekuatan Kolaborasi
Yang unik dari KKN ini adalah keberagaman anggota timnya. Sembilan mahasiswa datang dari program studi berbeda.
Ada Naina Zihan Derismayani (Hubungan Internasional), Nabila Kurnia Ningsih (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Anisa Suci Lestari (Manajemen).
Tim juga diperkuat Tuti Susilawati (Informatika), Sumayyah Azzahra (Farmasi), dan Laras Faradillah (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

