UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Pendidikan

Mahasiswa KKN UNDIP Menyulap Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Berdaya Jual Tinggi

×

Mahasiswa KKN UNDIP Menyulap Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Berdaya Jual Tinggi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Undip memperagakan cara mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket biomassa bersama warga Desa Pilangrejo, Boyolali Sabtu, (15/08/2026). (Foto: Istimewa) Sumber foto: Aninda Maytri Azzahra
Mahasiswa KKN Undip memperagakan cara mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket biomassa bersama warga Desa Pilangrejo, Boyolali Sabtu, (15/08/2026). (Foto: Istimewa)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Boyolali – Sebanyak 11 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro () menghadirkan inovasi kreatif untuk memberdayakan masyarakat Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali. Sabtu (15/08/2026).

Aksi kolaboratif ini hadir untuk menjawab persoalan melimpahnya bonggol jagung sekaligus memperkuat manajemen distribusi bahan baku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Olah Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Biomassa

Inovasi ini dalam bentuk Workshop UMKM yang bertajuk Rancang Bangun Briket Biomassa dari Bonggol Jagung sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Limbah Pertanian. Langkah ini diambil mengingat limbah bonggol jagung di Desa Pilangrejo sangat melimpah namun selama ini hanya dibakar atau dibuang begitu saja.

iklan

Pemanfaatan limbah pertanian ini menjadi solusi efektif untuk menciptakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Selain mengurangi pencemaran, olahan bonggol jagung ini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Pelatihan Pembuatan Briket dan Alat Pendukung

Mahasiswa KKN memulainya dengan survei potensi limbah, dilanjutkan edukasi energi biomassa dan demonstrasi proses karbonisasi menggunakan drum khusus. Proses pembuatan mencakup penumbukan arang bonggol, pencampuran dengan perekat tapioka, pencetakan, hingga pengeringan dan uji pembakaran briket.

Masyarakat juga mendapat pelatihan penggunaan alat pendukung seperti grinder, ayakan, timbangan, serta oven atau pengeringan sinar matahari. Pendampingan dipadukan dengan pelatihan pengemasan dan strategi pemasaran agar briket siap dipasarkan sebagai produk UMKM desa

Pelibatan UMKM Lokal dan Kelompok Petani

Dalam pelaksanaan kegiatan kerja ini, mahasiswa melibatkan pelaku UMKM setempat, Parjiyem, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pilangrejo. Pelibatan ini bertujuan agar transfer pengetahuan dapat dirasakan langsung oleh penggerak ekonomi keluarga di desa

Parjiyem mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi dan praktik pembuatan briket biomassa tersebut. Menurutnya, selama ini bonggol jagung hanya menjadi sampah berserakan yang kerap dibakar sehingga menimbulkan polusi asap yang mengganggu warga.

Modal Usaha Berbasis SOP Mandiri

Mahasiswa KKN turut menyusun dokumen Standard Operating Procedure (SOP) pembuatan briket serta menyediakan contoh produk kemasan siap pakai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga dan memiliki standar yang konsisten saat diproduksi warga.

Kehadiran SOP tersebut menjadi modal awal penting bagi warga Desa Pilangrejo dalam merintis usaha berbasis limbah pertanian. Melalui bekal tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengelola usaha briket secara mandiri dan berkelanjutan.

Perbaiki Manajemen Rantai Pasok Bahan Baku UMKM

Tak hanya berfokus pada limbah, Mahasiswa KKN juga menata tata kelola distribusi bahan baku pertanian dari ladang menuju produsen UMKM. Kegiatan ini digagas oleh salah satu mahasiswi KKN , Aninda Maytri Azzahra, guna menjawab keluhan terhambatnya distribusi komoditas pisang dan jagung.

Menurut Aninda, meskipun Desa Pilangrejo memiliki banyak pengepul, distribusi bahan baku yang sering terlambat membuat produk yang disimpan menjadi mudah rusak. Hambatan rantai pasok ini sebelumnya memicu kerugian ekonomi bagi para produsen UMKM dan pemilik pos pengepulan warga.

Tata Layout Gudang Mikro dan Standardisasi

Menanggapi masalah tersebut, Mahasiswa KKN merancang tata letak (layout) gudang mikro agar penyimpanan bahan baku tetap kering, aman, dan tahan lama. Perancangan disesuaikan dengan kapasitas pos pengepulan warga agar alur penerimaan dan pengeluaran barang menjadi lebih efisien.

Metode penataan meliputi pemetaan alur logistik panen, standardisasi penyimpanan, serta penggunaan label logistik dan lembar kontrol inventaris. Sarana pendukung seperti rak penyimpanan simulasi juga dihadirkan untuk memudahkan warga mempraktikkan manajemen gudang secara langsung.

Tekan Kerugian Hasil Panen Warga

Melalui kegiatan ini, warga dibekali SOP Rantai Pasok Bahan Baku serta Panduan Manajemen Penyimpanan Gudang Mikro secara terpadu. Penerapan sistem kontrol yang terstruktur ini bertujuan untuk memastikan seluruh bahan baku pertanian tercatat dan tersimpan dengan baik.

Bekal panduan manajemen ini diharapkan mampu membantu warga menekan potensi kerugian akibat keterlambatan distribusi dan kerusakan hasil panen. Efisiensi logistik tersebut secara langsung akan menjaga kualitas komoditas pisang dan jagung sehingga nilai jualnya tetap tinggi.

Sinergi Multidisiplin untuk Pemberdayaan Desa

Kedua kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari program multidisiplin Mahasiswa KKN yang memadukan pendekatan teknik, manajemen, dan pemberdayaan kepada masyarakat. Integrasi berbagai bidang ilmu ini dirancang untuk mendorong nilai tambah ekonomi dari potensi Desa Pilangrejo.

Kolaborasi erat antara Mahasiswa KKN , kelompok tani, pelaku UMKM, dan pemerintah desa ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian desa secara berkelanjutan. Sinergi ini sekaligus menjadi langkah awal bagi warga Desa Pilangrejo dalam mengelola potensi pertanian secara lebih produktif dan tertib.***

Penulis: Aninda Maytri Azzahra / Mahasiswa KKN
Jurnalis: M Faqih Mawardi
Editor: Yudhi P

Muh. Faqih Mawardi

Terbaru dari Muh. Faqih Mawardi