Portal Pantura, Brebes – Suasana meriah menyelimuti kawasan Bumiayu seiring digelarnya Parade Marching Band Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 pada Kamis, 10 September 2026. Ribuan warga tampak antusias memadati sepanjang rute perjalanan untuk menyaksikan aksi memukau dari para pelajar.
Kemeriahan Gebyar Bumiayu Fair 2026
Ajang pawai musik ini menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu-tunggu dalam rangkaian perhelatan GBF 2026. Mengambil titik awal dari Pendopo 2 Eks Kawedanan Bumiayu dan berakhir di Lapangan Asri Bumiayu, kegiatan ini berhasil menyedot perhatian berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kehadiran ribuan penonton di pinggir jalan menciptakan atmosfer pesta rakyat yang hangat dan penuh kegembiraan. Alunan musik perkusi berpadu padan dengan warna-warni kostum peserta, menjadikan sore hari di Bumiayu terasa begitu semarak dan penuh warna.
Aksi Spektakuler Tujuh Tim Pelajar
Parade tahun ini menampilkan partisipasi membanggakan dari tujuh tim marching band tingkat sekolah dasar dan madrasah. Deretan institusi pendidikan yang unjuk gigi meliputi SDN Negaradaha 02, SDN Kalierang 02, SDI Taalumul Huda, SDIT Alhusna, MIN 3 Brebes, SDN Kaliwadas 03, serta MI Nurul Islam Kalijurang.
Masing-masing tim tampil penuh percaya diri dengan balutan kostum megah serta repertoar lagu yang membakar semangat. Kekompakan formasi dan ketukan drum yang dinamis membuat penonton di sepanjang jalan tak henti memberikan tepuk tangan meriah.
Wadah Positif Kreativitas Anak Muda
Pelepasan peserta parade dilakukan secara resmi oleh Ketua Umum GBF 2026, Edi Riyanto, S.H., M.H., tepat pukul 15.30 WIB. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tinggi partisipasi aktif dari berbagai sekolah di wilayah Bumiayu dan sekitarnya.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar tontonan hiburan semata, melainkan sarana penting untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, serta sportivitas sejak dini.
Parade Marching Band ini adalah wadah bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kreativitas dan bakat terbaik mereka. Melalui seni musik dan baris-berbaris, kita turut membentuk karakter generasi muda Bumiayu yang unggul dan berprestasi, ungkap Edi Riyanto di sela-sela acara.
Ia juga menekankan bahwa penyelenggaraan GBF tahun ini mengusung konsep “Gaya Baru” yang berfokus merangkul seluruh potensi lokal. Mulai dari sektor seni, kebudayaan, bidang olahraga, hingga geliat ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Kesuksesan acara pembuka ini turut didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Brebes, Bank Jateng, RSUD Bumiayu, serta jaringan media partner yang memastikan informasi kegiatan tersampaikan dengan baik kepada publik. Dengan pencapaian ini, GBF 2026 kembali membuktikan eksistensinya sebagai ruang interaksi positif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi warga Bumiayu.***

