Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, menyampaikan bahwa pemahaman teknis harus diimbangi pelayanan berkualitas.
“Seorang teknisi perlu memiliki pemahaman teknis yang baik, tetapi itu saja tidak cukup. Ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Melalui Sharp Class, kami ingin memperkenalkan perspektif tersebut sejak siswa masih berada di bangku sekolah, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih utuh tentang profesi dan standar kerja yang akan dihadapi,” ungkap Lise.
Dukungan Penuh dari Pihak Sekolah dan Dinas Pendidikan
Kepala SMKN 1 Cikarang Barat, B. Agus Wimbadi, S.Pd., M.Pd., menyambut positif hadirnya program peningkatkan kompetensi ini.
“Kolaborasi dengan industri memberi kesempatan bagi siswa untuk melihat langsung bagaimana pengetahuan yang diperoleh di sekolah diterapkan dalam pekerjaan. Melalui Sharp Class, siswa dapat memperdalam keterampilan, melatih ketelitian, dan mengenal standar kerja yang dibutuhkan industri. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk menentukan langkah setelah lulus, baik memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengembangan keterampilan,” ujar B. Agus Wimbadi.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat, Rina Parlina, S.I.P., M.M.
“Sinergi antara dunia pendidikan dan industri juga berperan dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Keterlibatan perusahaan dalam proses pembelajaran membantu siswa mengenali kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka wawasan mengenai beragam peluang karier. Kolaborasi seperti ini diharapkan terus berkembang agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang relevan, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan lebih siap menghadapi persaingan kerja,” ungkap Rina Parlina.
Apresiasi tinggi turut diberikan oleh Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Edy Purwanto, M.M.
“Kami mengapresiasi Sharp Class yang membuka akses bagi siswa SMK untuk belajar langsung dari dunia industri. Kami berharap inisiatif ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga kesempatan memperoleh pembelajaran berkualitas semakin merata,” ungkap Dr. H. Edy Purwanto.
Rekam Jejak Program Sharp Class
Program tanggung jawab sosial ini telah konsisten berjalan sejak tahun 2012 di berbagai kota besar Indonesia.
Tercatat sebanyak 948 siswa telah lulus dari program ini hingga periode Oktober 2026.

