TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Politik & Hukum

Duduk Santai Sambil Ngopi, Pemuda di Slawi Tegal Tiba-Tiba Dikeroyok Belasan Orang

×

Duduk Santai Sambil Ngopi, Pemuda di Slawi Tegal Tiba-Tiba Dikeroyok Belasan Orang

Sebarkan artikel ini
Duduk Santai Sambil Ngopi, Pemuda di Slawi Tegal Tiba-Tiba Dikeroyok Belasan Orang
Subarno Keliobas (21), pemuda asal Maluku yang menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang di kawasan Taman Rakyat Slawi Ayu, Kabupaten Tegal, menceritakan detik-detik insiden penyerangan saat ditemui di Desa Kaliwadas, Kecamatan Adiwerna.
IKLAN
⚡ RINGKASAN
Pengeroyokan brutal di Taman Rakyat Slawi Ayu Tegal menimpa pemuda Maluku. Korban alami luka serius, keluarga desak Polres Tegal usut tuntas pelaku.
Ukuran teks

Akibat dari penganiayaan brutal tersebut, Subarno mengalami sejumlah luka fisik yang cukup mengganggu kesehatan dan aktivitasnya. Korban menderita luka terbuka pada bagian telinga, pembengkakan di pipi sebelah kanan, serta rasa nyeri hebat di area punggung.

Saat ditemui di kediaman pamannya di Desa Kaliwadas, Kecamatan Adiwerna, pada Kamis 5 November 2026 sore, korban menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal para pelaku. Ia juga memastikan tidak pernah terlibat permasalahan apa pun dengan kelompok tersebut sebelumnya.

“Saya tidak kenal mereka. Tidak punya masalah apa-apa juga. Tiba-tiba datang dan langsung memukuli,” ungkap Subarno dengan nada suara yang masih menyisakan trauma mendalam.

iklan

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Riyan Fauzi, salah satu rekan yang mendampingi korban saat malam kejadian. Riyan mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki konflik dengan siapa pun sebelum gerombolan pria dewasa itu mendatangi mereka secara tiba-tiba.

“Saya juga tidak kenal mereka. Awalnya kami hanya duduk santai, tiba-tiba mereka datang dan langsung memukuli,” tutur Riyan saat menceritakan kembali detik-detik penyerangan tersebut.

Menyadari kondisi fisik korban yang cukup mengkhawatirkan pasca-kejadian, pihak keluarga langsung mengambil langkah hukum dan medis yang diperlukan. Pada Jumat 23 Oktober 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemani pamannya mendatangi RSI Singkil Adiwerna.

Kehadiran korban di fasilitas kesehatan tersebut bertujuan untuk menjalani pemeriksaan medis menyeluruh sekaligus mengurus administrasi visum et repertum sebagai alat bukti sah. Dokumen medis ini menjadi landasan penting dalam proses penegakan hukum selanjutnya.

Setelah mendapatkan penanganan medis awal, korban bersama sang paman yang merupakan seorang anggota TNI dari Kodim 0712/ langsung bergerak menuju Markas Kepolisian Resor . Mereka secara resmi melaporkan kasus tindak pidana pengeroyokan tersebut ke Satuan Reserse Kriminal.

Rembo, paman korban sekaligus anggota TNI aktif, menyampaikan harapan besar agar pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas perkara ini. Ia mendesak aparat penegak hukum segera menangkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan jalanan tersebut.

“Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum. Keponakan saya mengalami luka di kepala dan tubuhnya. Kami memohon Satreskrim Polres menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan objektif,” harap Rembo.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P