Portal Pantura – Pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 kembali memicu kemunculan berbagai modus penipuan. Antusiasme masyarakat untuk menjadi Aparatur Sipil Negara dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.
Para penipu kini menggunakan strategi lebih rapi dan terorganisir. Mereka memanfaatkan platform digital untuk menjerat calon pelamar yang belum memahami prosedur resmi rekrutmen.
Pesan Palsu Mengatasnamakan Panitia
Sejumlah pelamar melaporkan menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal. Pengirim mengaku sebagai panitia seleksi pusat dan menawarkan jaminan kelulusan tanpa tes.
Email dengan logo instansi pemerintah juga beredar luas. Isinya meminta calon peserta membayar “biaya administrasi” atau “dana pendaftaran khusus”.
Bahkan ada yang menerima telepon langsung dari oknum yang mengaku pejabat. Mereka menjanjikan penempatan di instansi tertentu dengan imbalan sejumlah uang.
Semua tawaran ini adalah penipuan. Panitia CPNS tidak pernah menghubungi peserta secara pribadi untuk hal semacam ini.
Teknologi Digital Jadi Senjata Penipu
Tahun 2026 menandai evolusi modus penipuan CPNS. Para pelaku memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk menjangkau korban lebih luas.
Mereka membuat akun palsu menyerupai laman resmi kementerian atau lembaga negara. Logo, format surat, hingga desain visual dibuat semirip mungkin dengan yang asli.
Ada pula yang mengirim “pengumuman kelulusan CPNS 2026” padahal proses seleksi belum dimulai. Tujuannya memancing reaksi emosional calon peserta agar mudah tertipu.
Grup Telegram berisi ratusan anggota juga muncul. Mereka mengklaim menyediakan jalur khusus atau bocoran soal dengan bayaran tertentu.
Tim Redaksi

