Kolaborasi juga mendapat dukungan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II, dengan keterlibatan tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) sebanyak 19 orang dalam mendukung aspek keselamatan dan kelancaran kegiatan. I Gung Putu Alit Jaya, Panglima Komando Armada II menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta serta berharap kerja sama serupa dapat berlanjut. “Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara Extreme Impact 2026, alumni Kolese Kanisius Jakarta, dengan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II yang didukung tim Kopaska. Berkat kerja sama dan dukungan seluruh pihak, kegiatan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sukses. Kami berharap kolaborasi positif seperti ini dapat terus berlanjut pada kesempatan berikutnya.”
Pengalaman dan motivasi peserta
Salah satu peserta sekaligus tertua, Jimmy Sutrisno, mengaku tantangan ini menjadi pengalaman pertamanya berenang menempuh jarak sejauh itu. Ia mengatakan persiapan selama sepuluh minggu dan kebiasaan berolahraga menjadi bekal untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Ya, kita olahraga teratur ya, makan dijaga mungkin, nggak merokok, banyak olahraga,” tuturnya.
Bagi Jimmy, tujuan membantu masyarakat Timbulsloko menjadi motivasi tersendiri. Ia mengaku telah melihat langsung kondisi warga yang setiap hari harus menghadapi banjir rob dan membersihkan rumah setelah air surut. “Kita berharap masyarakat di desa Timbulsloko bisa terbantu lah. Kan ini kita mengumpulkan uang,” katanya.
Xtreme Impact 2026 juga dirancang sebagai gerakan berkelanjutan. Selain aksi renang dan penggalangan dana, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusi kemaritiman pada Minggu (1/11/2026) dan diikuti oleh 105 mahasiswa dari Madura, Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya juga akan ada operasi katarak gratis pada 13 Desember 2026 dalam rangka memperingati Hari Armada, bekerja sama dengan TNI AL.
Richard Robot, perwakilan Extreme Impact, mengatakan, “Kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan renang Selat Madura. Pada 13 Desember mendatang, kami juga akan melaksanakan operasi katarak bekerja sama dengan TNI AL dalam rangka memperingati Hari Armada. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut setiap tahun melalui berbagai bentuk kegiatan solidaritas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Melalui rangkaian aksi tersebut, penyelenggara berharap tantangan menyeberangi Selat Madura tidak berhenti sebagai pencapaian olahraga, tetapi menjadi jembatan solidaritas untuk membantu masyarakat pesisir mempertahankan kehidupan dan masa depan generasi berikutnya.
Mari berdonasi
Para perenang Xtreme Impact 2026 mengajak seluruh lapisan masyarakat, insan korporasi, dan komunitas untuk tidak sekadar menjadi penonton di tepi pantai. Keberanian para perenang di tengah laut Selat Madura membutuhkan sambutan tangan yang hangat dari masyarakat luas melalui aksi berdonasi.

