Portal Pantura, Brebes – Pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Brebes kembali menunjukkan progres signifikan. Kali ini, proyek lanjutan Jembatan Mendala V yang berlokasi di Kecamatan Sirampog terpantau terus dikebut oleh pihak penyedia jasa di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Proyek krusial ini dikerjakan oleh CV. Lestari Jaya dengan mengandalkan dukungan alat berat di lapangan. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Rabu, 4 November 2026, pilar-pilar jembatan utama sudah mulai terbentuk kokoh dan menampakkan wujud fisiknya.
Kehadiran infrastruktur penghubung ini menjadi angin segar bagi mobilitas warga setempat. Terlebih lagi, jalur tersebut memegang peranan vital dalam mendongkrak aktivitas perekonomian dan distribusi hasil bumi di wilayah pegunungan Brebes.
Rincian Anggaran dan Target Waktu Pengerjaan
Berdasarkan papan informasi resmi yang terpasang di area proyek, kegiatan ini tercatat sebagai lanjutan pembangunan jembatan dengan nilai kontrak yang cukup besar. Dana yang digelontorkan mencapai Rp1.758.512.418,92.
Sumber pendanaan proyek strategis ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Brebes Tahun Anggaran 2026. Dengan alokasi dana tersebut, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat konektivitas antarwilayah.
Adapun masa kerja efektif proyek ini resmi dimulai sejak 15 September 2026. Pihak pelaksana dan Dinas Pekerjaan Umum menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan konstruksi dapat tuntas sepenuhnya pada 30 Desember 2026.
Tantangan Alam dan Respons Pelaksana Proyek
Menjalankan proyek infrastruktur di wilayah dataran tinggi tentu menyimpan tantangan geografis tersendiri. Karakteristik tanah yang didominasi tanah liat serta intensitas curah hujan yang tinggi kerap menjadi ujian bagi para pekerja di lapangan.
Kholik selaku pihak pelaksana kegiatan memberikan penjelasan terbuka kepada awak media mengenai hambatan teknis yang sempat terjadi. Menurutnya, material bangunan sempat tergerus longsoran tanah liat akibat curah hujan yang cukup deras.
Kendati demikian, pihak pelaksana memastikan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu struktur utama secara keseluruhan. Material yang sempat terbawa arus longsor akan segera ditangani dan diganti agar kualitas bangunan tetap terjaga.
“Longsor tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan, dan akan segera kami perbaiki,” ujar Kholik.

