Basis Investor Terus Bertambah
Selain faktor harga, pertumbuhan jumlah investor turut menjadi indikator penting dalam melihat perkembangan pasar kripto Indonesia.
OJK mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 23,48 juta orang pada September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 23,21 juta akun konsumen pada Agustus 2026.
Pertumbuhan basis investor menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem aset kripto. Bertambahnya jumlah investor juga berpotensi memperluas aktivitas perdagangan, meskipun intensitas transaksi setiap investor dapat berbeda-beda.
Yudho menilai pertumbuhan pasar tidak hanya ditentukan oleh jumlah investor baru, tetapi juga oleh aktivitas investor yang telah lebih dahulu masuk ke pasar.
“Pertumbuhan jumlah investor menjadi salah satu fondasi bagi perkembangan industri. Namun, aktivitas transaksi tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar, tingkat volatilitas, serta keputusan masing-masing investor dalam mengelola portofolionya,” katanya.
Di sisi lain, meningkatnya transaksi juga perlu diimbangi dengan edukasi agar masyarakat memahami karakteristik aset kripto, termasuk risiko volatilitas dan pentingnya pengelolaan risiko.
Keamanan dan Kepercayaan Menjadi Perhatian Industri
Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan, aspek keamanan dan perlindungan konsumen kembali menjadi perhatian industri kripto global.
Rangkaian insiden peretasan yang menimpa sejumlah platform perdagangan aset kripto internasional menjadi pengingat bahwa pertumbuhan industri perlu berjalan seiring dengan penguatan keamanan teknologi dan tata kelola operasional.
Yudho yang juga merupakan Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) melihat insiden tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi regulator dan pelaku industri di Indonesia untuk memperkuat standar keamanan bursa kripto.
Menurutnya, penguatan keamanan tidak hanya mencakup infrastruktur teknologi, tetapi juga prosedur operasional internal, termasuk pengendalian akses dan penggunaan perangkat kerja karyawan.

