TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ragam Informasi

Ciri-Ciri Orang Kelas Bawah Menurut BPS: dari Tempat Tinggal hingga Pendidikan

×

Ciri-Ciri Orang Kelas Bawah Menurut BPS: dari Tempat Tinggal hingga Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi warga miskin. (Foto: ChatGPT/Generated Image)
Ilustrasi warga miskin. (Foto: ChatGPT/Generated Image)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Badan Pusat Statistik () menetapkan garis nasional pada September 2025 sebesar Rp 641.443 per kapita per bulan.

Angka itu setara Rp 3.054.269 per rumah tangga per bulan.

Garis (GK) menjadi batas minimum pengeluaran seseorang. Siapa pun yang pengeluarannya di bawah angka itu, masuk kategori miskin.

GK Naik, Jumlah Miskin Turun

iklan

Di perkotaan, GK September 2025 tercatat Rp 663.081 per kapita. Naik dari Rp 629.561 pada Maret 2025.

Di perdesaan, GK berada di angka Rp 610.257. Naik dari Rp 580.349 pada periode sebelumnya.

Meski garis naik, jumlah penduduk miskin justru berkurang.

mencatat persentase penduduk miskin September 2025 sebesar 8,25 persen. Turun 0,22 persen dibanding Maret 2025. Turun 0,32 persen dibanding September 2024.

Secara absolut, jumlah penduduk miskin mencapai 23,36 juta orang. Berkurang 490 ribu orang dari Maret 2025. Berkurang 700 ribu orang dari September 2024.

5 Ciri Kelas Bawah Selain Pendapatan

tidak hanya soal angka pengeluaran. Ada indikator lain yang mencerminkan posisi seseorang dalam tangga ekonomi. Mengacu pada GoBankingRates, berikut lima cirinya.

1. Tempat Tinggal

Tempat tinggal adalah pos pengeluaran terbesar keluarga. Kesulitan mendapatkan hunian layak di lingkungan yang aman bisa menjadi sinyal kuat seseorang berada di kelas bawah.

2. Jenis Pekerjaan

Pekerjaan mencerminkan posisi ekonomi seseorang. Pelayan restoran, sopir, pekerja ritel, dan buruh manufaktur umumnya berada di kelas bawah.

Nathan Brunner, CEO Salarship, menyebut seseorang termasuk kelas menengah jika menempati posisi manajerial atau spesialis.

Pekerjaan dengan keahlian rendah, upah minim, dan tanpa tunjangan menempatkan seseorang di kelas bawah. Profesi seperti guru, perawat, atau akuntan bisa berada di antara dua kelas, tergantung senioritas dan sertifikasi.

3. Tabungan dan Investasi

Tidak punya tabungan cukup dan tidak memiliki rencana pensiun adalah tanda nyata seseorang berada di kelas bawah. Menabung dan berinvestasi adalah kemewahan yang sering kali tak terjangkau bagi kalangan ekonomi bawah.

4. Gaya Hidup

Liburan tahunan, makan di luar, atau membeli barang baru tanpa khawatir adalah penanda stabilitas finansial. Jika hal-hal itu terasa berat karena keterbatasan anggaran, itu sinyal posisi kelas bawah.

5. Tingkat Pendidikan

Gelar sarjana umumnya menjadi pintu masuk kelas menengah. Sebaliknya, ketidakmampuan mengakses pendidikan tinggi karena biaya adalah hambatan nyata yang kerap dialami kelas bawah.

Hambatan sistemik sering menghalangi individu dari kelas bawah untuk melanjutkan pendidikan, sehingga mempersulit mobilitas ekonomi mereka.***

Julista Putri

Terbaru dari Julista Putri