Portal Pantura – Perjalanan menggunakan kereta kelas ekonomi kini terasa semakin nyaman dan mewah. Hal ini terwujud berkat hadirnya kereta ekonomi New Generation yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia.
Kursi tegak bersudut 90 derajat yang dulu sering membuat pegal kini sudah digantikan. KAI menggunakan inovasi captain seat dengan ruang kaki yang dirancang jauh lebih lega.
Hingga bulan Oktober tahun ini, rangkaian kereta ekonomi modern tersebut telah melayani berbagai rute di Pulau Jawa. Penumpang bisa menikmati fasilitas sekelas kereta eksekutif dengan harga yang lebih terjangkau.
Terdapat dua jenis kereta generasi baru yang saat ini beroperasi penuh di lapangan. Keduanya adalah kereta hasil modifikasi dari Balai Yasa Manggarai dan tipe Stainless Steel produksi PT INKA.
Perbedaan Modifikasi dan Stainless Steel
Meski sama-sama nyaman, kedua jenis rangkaian kereta ini memiliki beberapa perbedaan spesifikasi teknis. Perbedaan mencolok terlihat pada asal material bodi hingga sistem kelistrikan yang digunakan.
1. Proses Pembuatan Rangkaian
Kereta modifikasi berasal dari perombakan gerbong lama yang diperbarui bagian interiornya oleh Balai Yasa Manggarai. Sementara itu, tipe Stainless Steel merupakan armada kereta yang sepenuhnya baru diproduksi oleh PT INKA.
2. Sistem Pintu Gerbong
Rangkaian kereta hasil modifikasi masih mengandalkan sistem pintu geser manual antargerbong. Sebaliknya, versi Stainless Steel sudah menggunakan pintu elektrik otomatis yang jauh lebih praktis dan senyap.
3. Fasilitas Pengisian Daya
Penumpang di kereta modifikasi hanya dapat mengisi baterai gawai melalui fasilitas stopkontak biasa. Namun, versi Stainless Steel memberikan opsi lebih lengkap dengan tambahan colokan USB di dekat area kursi.
4. Teknologi Kabin dan Kecepatan
Kedua jenis kereta ini sama-sama sudah dilengkapi layar informasi atau PIDS di dalam kabin penumpang. Khusus untuk tipe Stainless Steel, kereta ini memakai bogie K10 yang mampu melaju sangat stabil hingga kecepatan 120 kilometer per jam.
Daftar Rute Kereta Hasil Modifikasi
KAI menyebarkan armada gerbong modifikasi ini untuk melayani sejumlah rute jarak jauh lintas provinsi. Penempatan setiap gerbong selalu disesuaikan dengan kebutuhan operasional pelayanan di lapangan.

