Portal Pantura – Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara terbuka menilai bahwa momentum pergantian posisi Kepala Kepolisian Republik Indonesia sudah sangat tepat.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden ke-7 RI ini saat menyapa awak media di kediaman pribadinya di Solo.
Menurutnya, durasi kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Korps Bhayangkara telah berjalan dalam rentang waktu yang ideal.
Dalam keterangannya, langkah pergantian pucuk pimpinan penegak hukum tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan mutlak kepala negara.
Hak prerogatif penunjukan pejabat tinggi kepolisian tersebut kini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto secara penuh.
Penilaian tersebut didasari oleh akumulasi masa bakti Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menakhodai institusi kepolisian selama lebih dari lima tahun.
Durasi kepemimpinan yang menginjak angka lima tahun delapan bulan dinilai sudah mencukupi untuk sebuah masa pengabdian strategis.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri pertama kali dilantik oleh Joko Widodo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia pada akhir Januari 2021 silam.
Catatan sejarah institusi kepolisian menunjukkan bahwa masa bakti tersebut menempatkan Jenderal Listyo Sigit sebagai salah satu pemimpin dengan durasi terpanjang.
Kedekatan profesional antara keduanya telah terjalin erat sejak era kepemimpinan daerah di Kota Solo belasan tahun silam.
Saat itu, Jenderal Listyo Sigit mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Resor Solo ketika Joko Widodo masih aktif menjabat sebagai Wali Kota.
Hubungan kerja yang harmonis tersebut terus berlanjut seiring dengan eskalasi penugasan nasional di tingkat eksekutif pemerintahan pusat.
Sang jenderal bahkan pernah dipercaya untuk mengemban tugas krusial sebagai ajudan utama presiden pada awal masa pemerintahan pusat periode pertama.
Portofolio kepemimpinannya semakin matang melalui berbagai penugasan strategis termasuk memimpin kepolisian daerah hingga badan reserse kriminal.
Seluruh rangkaian pengalaman profesional di berbagai level komando tersebut membentuk fondasi kepemimpinan yang kokoh hingga akhir masa baktinya.
Publik kini menantikan dinamika lanjutan di tubuh kepolisian seiring dengan bergulirnya proses transisi kepemimpinan nasional yang sedang berjalan.***
Tim Redaksi


