Sementara itu, lonjakan instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) oleh non-residen menjadi pemicu peningkatan ULN bank sentral. Kebijakan pro-market ini terbukti efektif menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan dunia.
Rasio Terhadap PDB Turun: Indikator Fundamental Ekonomi Sangat Sehat
Berdasarkan indikator kehati-hatian, struktur utang luar negeri Indonesia berada dalam kondisi yang sangat sehat. Salah satu bukti konkretnya adalah penurunan rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 30,6 persen pada kuartal II-2026.
Selain itu, profil risiko kredit Indonesia tergolong sangat aman karena didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 82,1 persen dari keseluruhan ULN.
Bank Indonesia bersama Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi pemantauan ULN secara berkelanjutan. Langkah ini diambil guna memastikan agar utang luar negeri benar-benar memberikan dampak optimal bagi pembiayaan pembangunan nasional tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi jangka panjang.***
Tim Redaksi
