Pimpinan tertinggi Circle, Jeremy Allaire, mengumumkan bahwa perusahaannya sukses membekukan lebih dari US$ 800 juta USD Coin. Langkah preventif ini sangat membantu dalam mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan siber.
Aksi Cepat Tether dan Ripple
Langkah serupa juga diambil oleh CEO Tether, Paolo Ardoino, yang mengonfirmasi pembekuan lebih dari US$ 1,5 miliar stablecoin USDT. Angka fantastis ini menunjukkan betapa masifnya nilai transaksi gelap yang coba diselamatkan oleh industri.
Di sisi lain, perusahaan teknologi finansial Ripple turut berupaya membekukan dana terkait yang tersimpan dalam stablecoin RLUSD. Salah satu petinggi Ripple menyebutkan bahwa perusahaannya berhasil menghentikan pergerakan dana sekitar US$ 200 juta.
Kendati demikian, total aset yang berhasil dibekukan saat ini diperkirakan baru mencakup sebagian kecil dari keseluruhan kerugian. Penyedia data kripto Arkham Intelligence mencatat ada hampir US$ 6 miliar aset digital yang diduga terlibat.
Angka jumbo tersebut mencakup berbagai jenis mata uang digital populer mulai dari Bitcoin, Ether, Solana, hingga berbagai stablecoin. Sebanyak 55 alamat dompet digital terdeteksi aktif terlibat dalam eksploitasi sistem keamanan tersebut.
Dampak Signifikan Terhadap Pasar Kripto
Kabar peretasan ini langsung memberikan tekanan psikologis yang cukup berat terhadap pergerakan pasar kripto global. Nilai tukar Bitcoin sempat mengalami koreksi tajam lebih dari 4% hingga menyentuh level US$ 77.994,96.
Sentimen negatif ini tidak hanya berdampak pada aset digital, tetapi juga merambah ke sektor saham perusahaan pendukung. Saham Circle terpantau ikut terkoreksi sekitar 5% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Catatan Kelam Keamanan Siber Kripto
Peristiwa peretasan bukanlah fenomena baru yang pertama kali mencuat di dalam industri mata uang digital global. Sepanjang sejarahnya, sektor ini kerap menjadi sasaran empuk kelompok peretas profesional berteknologi tinggi.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu platform Bybit juga pernah mengalami kerugian fantastis akibat serangan siber. Nilai kerugian yang diderita Bybit saat itu mencapai kisaran US$ 1,5 miliar dari berbagai aset digital.
Tidak hanya itu, platform perdagangan kripto Bitget juga sempat kehilangan aset digital bernilai lebih dari US$ 350 juta. Rangkaian insiden ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pelaku industri untuk terus memperketat sistem keamanan digital mereka.***

