Portal Pantura – WhatsApp bersiap mengikuti jejak Facebook dan Instagram dengan menghadirkan layanan berlangganan berbayar. Meta mengonfirmasi sedang menguji coba fitur bernama WhatsApp Plus yang dirancang bagi pengguna yang ingin lebih banyak opsi personalisasi dalam aplikasi pesan tersebut.
“WhatsApp tengah menguji coba langganan opsional baru bernama WhatsApp Plus, didesain untuk pengguna yang menginginkan lebih banyak cara mengatur dan mempersonalisasi pengalaman mereka,” ujar juru bicara Meta kepada TechCrunch, Selasa (21/4/2026).
Berapa Harganya?
Meta belum mengumumkan harga resmi. Namun berdasarkan laporan situs pelacak fitur WABetaInfo, paket langganan ini kemungkinan dibanderol 2,49 euro per bulan di kawasan Eropa dan 299 PKR per bulan di Pakistan. WhatsApp juga dilaporkan menawarkan masa uji coba gratis selama satu bulan bagi pengguna yang ingin mencoba layanan ini lebih dulu.
Apa Saja Fiturnya?
Menariknya, WhatsApp Plus tidak banyak menambah fitur fungsional yang bersifat teknis. Layanan berbayar ini lebih berfokus pada personalisasi tampilan dan kenyamanan penggunaan, antara lain:
- Tema dan nada dering eksklusif yang tidak tersedia di versi gratis
- Pin hingga 20 percakapan sekaligus, meningkat drastis dibanding batas 3 chat pada versi biasa
- Daftar khusus untuk mengatur kontak atau grup
- Tema obrolan baru yang lebih beragam
Fitur-fitur ini memang lebih bersifat estetis ketimbang fungsional — sebuah pilihan yang bisa membuat sebagian pengguna mempertimbangkan ulang apakah layanan ini sebanding dengan biaya langganannya.
Yang Tidak Termasuk: Bebas Iklan?
Satu hal yang langsung menjadi sorotan adalah ketiadaan keterangan soal penghapusan iklan. WhatsApp diketahui telah menyematkan iklan di fitur Status sejak beberapa waktu terakhir. Namun Meta sama sekali tidak menyinggung apakah berlangganan WhatsApp Plus akan membebaskan pengguna dari iklan tersebut — sebuah pertanyaan krusial yang hingga kini belum terjawab.
Tujuan Uji Coba Ini
Meta menegaskan uji coba ini masih dalam tahap awal dan bertujuan mengumpulkan masukan dari pengguna sebelum peluncuran lebih luas. Perusahaan juga belum menyebutkan kapan masa uji coba akan berakhir dan kapan WhatsApp Plus resmi diluncurkan ke publik secara menyeluruh.
“Kami mulai dengan uji coba kecil untuk mengumpulkan umpan balik dan memastikan membangun sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi pengguna,” jelas juru bicara Meta.
Sejarah Singkat: WhatsApp Pernah Berbayar
Langkah ini bukan tanpa preseden. Sebelum diakuisisi Facebook, WhatsApp sempat mengenakan biaya langganan sebesar US$1 per tahun di sejumlah wilayah. Biaya tersebut kemudian dihapus pada 2016, dan kini — hampir satu dekade kemudian — model berlangganan kembali diperkenalkan dalam wujud yang berbeda.
Perbedaannya: kali ini berbayar bukan untuk akses dasar, melainkan untuk pengalaman yang lebih personal.
Dengan lebih dari dua miliar pengguna aktif di seluruh dunia, seberapa besar minat pengguna terhadap WhatsApp Plus akan menjadi ujian penting bagi strategi monetisasi terbaru Meta di platform pesan instan yang selama ini dikenal gratis sepenuhnya.***
Tim Redaksi
