Sungai Pedes kembali mencekam. Longsor mengancam. Tanggul jebol. Arus semakin ganas.
Beberapa rumah kini berada di zona bahaya. Warga ketakutan. Tragedi bisa terjadi kapan saja.
Swadaya Warga Sudah Mentok
Mari kita bicara jujur. Masyarakat sudah berusaha keras. Mereka mengumpulkan bambu ampel untuk trucuk darurat. Gotong royong dilakukan dengan semangat tinggi.
Tapi itu belum cukup.
Bronjong belum terpasang. Alat berat hasil patungan warga sudah berhenti beroperasi. Alasannya sederhana: dana habis.
Ini bukan soal malas atau tidak peduli. Ini soal kemampuan yang memang terbatas. Bagaimana mungkin warga biasa bisa mendanai penanganan bencana dalam skala besar?
Sementara itu, ancaman makin nyata. Longsor susulan bisa terjadi. Banjir mengintai. Setiap hari adalah pertaruhan keselamatan.
Dua Keluarga Sudah Kehilangan Rumah
Di Desa Tonjong, kisah Tahroni dan Kasori menyayat hati. Rumah mereka ambruk. Terseret arus sungai yang tak kenal ampun.
Baca Juga:
Ketika Hukum Baru Datang Tanpa Penjelasan…
❯
Mereka sempat menyelamatkan barang berharga. Tapi rumah? Habis sudah.
Bayangkan perasaan mereka. Puluhan tahun membangun kehidupan, lenyap dalam hitungan hari.

