3. Inflasi Meringankan Beban Utang Jangka Panjang
Dampak inflasi terhadap utang juga berbeda tergantung jenis pinjamannya. Kelompok kaya dan korporasi besar umumnya memegang utang jangka panjang berbunga tetap, seperti KPR atau obligasi.
Saat inflasi naik, nilai riil utang tersebut justru menyusut karena uang yang dipakai melunasi menjadi “lebih murah”.
Pekerja Terbebani Bunga yang Naik
Rumah tangga pekerja lebih banyak bergantung pada kartu kredit atau kredit kendaraan dengan bunga mengambang. Saat bank sentral menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi, beban cicilan mereka justru makin berat.
4. Perusahaan Bisa Menaikkan Harga Sambil Menjaga Untung
Ketika biaya produksi naik, banyak perusahaan meneruskan kenaikan itu ke konsumen — bahkan terkadang melebihi kenaikan biayanya sendiri, sehingga margin keuntungan justru membesar.
Pemilik perusahaan dan pemegang saham diuntungkan lewat laba dan dividen yang meningkat. Sektor seperti pertambangan emas dan produsen minyak bisa meraup untung lebih besar saat harga komoditas naik.
Di sisi lain, pekerja menghadapi tekanan ganda: harga barang naik, sementara kenaikan upah biasanya tertinggal jauh di belakang.
5. Kenaikan Gaji Bisa Berujung Pajak Lebih Tinggi
Inflasi turut memengaruhi sistem pajak lewat fenomena bracket creep — kenaikan gaji secara nominal yang mendorong seseorang masuk ke golongan tarif pajak lebih tinggi, meski daya beli riilnya justru turun.
Sementara itu, kelompok kaya kerap memperoleh penghasilan dari keuntungan investasi (capital gains), yang di banyak negara dikenai tarif pajak lebih rendah dibanding penghasilan dari upah.
Sebagai ilustrasi, pekerja yang gajinya naik 5 persen sementara inflasi mencapai 7 persen tetap mengalami penurunan daya beli riil — bahkan berpotensi membayar pajak lebih besar jika kenaikan itu memindahkannya ke lapisan tarif yang lebih tinggi.
Inflasi Tidak Adil bagi Semua Kalangan
Secara umum, inflasi lebih menguntungkan pemilik aset investasi dan utang berbunga tetap jangka panjang. Sebaliknya, kelompok yang mengandalkan gaji bulanan, tabungan tunai, dan pinjaman jangka pendek lebih rentan kehilangan daya beli.

