UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Editor ChoiceEkonomi

Gaji Naik tapi Daya Beli Turun? Ini Penjelasan di Balik Inflasi

×

Gaji Naik tapi Daya Beli Turun? Ini Penjelasan di Balik Inflasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi uang. (Mufid Majnun)
Ilustrasi uang. (Mufid Majnun)
IKLAN
⚡ RINGKASAN
Inflasi tak berdampak sama bagi semua orang. Simak 5 mekanisme yang membuat pemilik aset lebih diuntungkan dibanding pekerja bergaji tetap.
Ukuran teks

3. Meringankan Beban Utang Jangka Panjang

Dampak terhadap utang juga berbeda tergantung jenis pinjamannya. Kelompok kaya dan korporasi besar umumnya memegang utang jangka panjang berbunga tetap, seperti KPR atau obligasi.

Saat naik, nilai riil utang tersebut justru menyusut karena uang yang dipakai melunasi menjadi “lebih murah”.

Pekerja Terbebani Bunga yang Naik

Rumah tangga pekerja lebih banyak bergantung pada kartu kredit atau kredit kendaraan dengan bunga mengambang. Saat bank sentral menaikkan suku bunga untuk meredam , beban cicilan mereka justru makin berat.

4. Perusahaan Bisa Menaikkan Harga Sambil Menjaga Untung

iklan

Ketika biaya produksi naik, banyak perusahaan meneruskan kenaikan itu ke konsumen — bahkan terkadang melebihi kenaikan biayanya sendiri, sehingga margin keuntungan justru membesar.

Pemilik perusahaan dan pemegang saham diuntungkan lewat laba dan dividen yang meningkat. Sektor seperti pertambangan emas dan produsen minyak bisa meraup untung lebih besar saat harga komoditas naik.

Di sisi lain, pekerja menghadapi tekanan ganda: harga barang naik, sementara kenaikan upah biasanya tertinggal jauh di belakang.

5. Kenaikan Gaji Bisa Berujung Pajak Lebih Tinggi

turut memengaruhi sistem pajak lewat fenomena bracket creep — kenaikan gaji secara nominal yang mendorong seseorang masuk ke golongan tarif pajak lebih tinggi, meski daya beli riilnya justru turun.

Sementara itu, kelompok kaya kerap memperoleh penghasilan dari keuntungan investasi (capital gains), yang di banyak negara dikenai tarif pajak lebih rendah dibanding penghasilan dari upah.

Sebagai ilustrasi, pekerja yang gajinya naik 5 persen sementara inflasi mencapai 7 persen tetap mengalami penurunan daya beli riil — bahkan berpotensi membayar pajak lebih besar jika kenaikan itu memindahkannya ke lapisan tarif yang lebih tinggi.

Inflasi Tidak Adil bagi Semua Kalangan

Secara umum, inflasi lebih menguntungkan pemilik aset investasi dan utang berbunga tetap jangka panjang. Sebaliknya, kelompok yang mengandalkan gaji bulanan, tabungan tunai, dan pinjaman jangka pendek lebih rentan kehilangan daya beli.

Setyo

Terbaru dari Setyo