Sistem tidak selalu berpihak pada yang berjuang.
Yang punya akses dan koneksi bisa melesat. Yang mulai dari nol seringkali berputar di lingkaran yang sama.
Banyak yang akhirnya menyerah—bukan karena malas, tapi karena lelah berlari di jalan yang tidak rata.
Kalau jurang ini terus melebar, bukan hanya ekonomi yang goyah. Rasa persatuan di masyarakat ikut retak.
4. Nilai Uang Terus Melemah
Dulu Rp100.000 bisa belanja banyak. Sekarang belum sampai kasir sudah habis.
Kita kerja keras, tapi hasilnya terasa makin kecil.
Bukan karena malas. Nilai uang terus melemah.
Uang yang dulu bisa untuk nabung, sekarang hanya cukup untuk bertahan hidup.
Banyak orang mulai berpikir dua kali sebelum menabung di bank. Buat apa nabung kalau bunganya kecil tapi harga barang naik terus?
Orang mulai lirik emas, dolar, tanah, bahkan kripto—bukan ingin kaya cepat, tapi ingin selamat dari penurunan nilai uang.

