Portal Pantura – Harga sembako naik terus. Gaji stagnan. Lapangan kerja menyempit.
Pernahkah Anda merasa hidup makin berat akhir-akhir ini?
Bukan perasaan saja. Para ekonom menyebutnya “gelombang krisis 2030″—titik temu antara gejolak ekonomi, perubahan iklim, dan disrupsi teknologi.
Tanda-tandanya? Sudah ada di sekitar kita.
1. Inflasi Menggerus Daya Beli Masyarakat
Ke pasar rasanya selalu kaget. Beras naik. Minyak goreng naik. Telur dan sayuran ikut melambung.
Uang Rp100.000 yang dulu cukup untuk belanja mingguan, kini habis dalam sekejap.
Ini bukan soal boros. Nilai uang memang menyusut.
Inflasi berjalan pelan tapi pasti. Kita terbiasa mengeluh, lalu pasrah. Padahal ini sinyal awal sistem ekonomi mulai bergetar.
Masalahnya bukan hanya harga naik. Penghasilan tidak ikut naik.
Gaji tetap. Bonus jarang. Biaya listrik, transportasi, dan kebutuhan pokok terus menanjak.

