Portal Pantura, Brebes – Pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 yang digelar Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/2/2026), tidak hanya menjadi agenda seremonial pembangunan dan kemasyarakatan. Kegiatan tersebut juga menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan keramaian pengunjung.
Sejak pagi hari, lapangan desa yang menjadi lokasi upacara dipadati ribuan warga dari berbagai wilayah. Kehadiran masyarakat yang ingin menyaksikan pembukaan TMMD menciptakan suasana ramai yang sekaligus membuka peluang usaha bagi pedagang kecil.
Beragam lapak dadakan tampak berjajar di sekitar lokasi acara, mulai dari penjual makanan ringan, minuman, hingga mainan anak-anak. Keramaian ini menjadi kesempatan bagi warga untuk menambah penghasilan di luar aktivitas sehari-hari.
Tarmudi (52), pedagang balon keliling asal Dukuhlo, Kecamatan Bulakamba, mengaku sengaja datang lebih awal karena memperkirakan jumlah pengunjung akan besar. Prediksi tersebut terbukti tepat. Dalam beberapa jam saja, sebagian besar dagangannya telah terjual.
“Alhamdulillah, penjualan hari ini jauh lebih ramai dari biasanya. Acara seperti ini sangat membantu pedagang kecil seperti saya,” ujarnya di sela melayani pembeli.
Menurut Tarmudi, momentum kegiatan berskala besar di desa sering menjadi sumber penghasilan tambahan bagi pedagang keliling. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena berdampak langsung pada masyarakat lapisan bawah.
Hal senada disampaikan Sifa (18) dan Ana (21), warga Desa Cikuya yang mencoba berjualan es teh manis di sekitar lokasi. Dengan peralatan sederhana, keduanya mampu menarik banyak pembeli, terutama pengunjung yang membutuhkan minuman segar di tengah cuaca panas.
“Kami awalnya hanya mencoba karena tahu akan banyak orang datang. Ternyata pembeli terus berdatangan sejak pagi,” kata Sifa. Ia mengaku hasil penjualan hari itu melebihi perkiraan.
Ana menambahkan, selain meningkatkan pendapatan, kegiatan tersebut juga membuat suasana desa menjadi lebih hidup. “Jarang sekali ada acara sebesar ini di sini. Selain ramai, juga memberi peluang bagi warga untuk berjualan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Kodim 0713/Brebes menyampaikan bahwa program TMMD memang dirancang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, seperti pembukaan atau perbaikan jalan serta rehabilitasi rumah tidak layak huni, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat.
Komandan Kodim 0713/Brebes dalam keterangannya menjelaskan bahwa kehadiran TMMD diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, baik dari sisi infrastruktur maupun ekonomi. Aktivitas masyarakat yang meningkat selama pelaksanaan program dinilai dapat memutar roda perekonomian lokal.
“TMMD bukan sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa,” ujarnya.
Pengamat pembangunan pedesaan menilai, kegiatan yang mampu mengumpulkan massa dalam jumlah besar secara tidak langsung menciptakan efek berganda (multiplier effect). Pedagang kecil memperoleh penghasilan, perputaran uang meningkat, dan aktivitas ekonomi lokal menjadi lebih dinamis, meskipun berlangsung dalam waktu singkat.
Fenomena yang terlihat di Desa Cikuya menjadi gambaran bagaimana program pembangunan terpadu dapat membawa manfaat di luar tujuan utamanya. Antusiasme warga yang tinggi tidak hanya mencerminkan dukungan terhadap program TMMD, tetapi juga menunjukkan potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari setiap kegiatan masyarakat berskala besar.
Bagi para pedagang kecil, hari pembukaan TMMD bukan sekadar menyaksikan seremoni, melainkan juga kesempatan nyata untuk meningkatkan pendapatan. Senyum para pelaku UMKM di sela kesibukan melayani pembeli menjadi potret sederhana bahwa pembangunan, pada akhirnya, diharapkan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.***

