Beban Bunga Utang Dua Kali Lipat Lebih Besar dari Subsidi
Yang lebih mengkhawatirkan adalah besarnya beban bunga utang. Dengan defisit anggaran tercatat Rp135,7 triliun dan defisit keseimbangan primer Rp35,9 triliun, maka estimasi pembayaran bunga utang periode Januari–Februari 2026 mencapai Rp99,8 triliun.
Angka tersebut setara 16,64 persen dari total pagu pembayaran bunga utang sepanjang 2026 yang sebesar Rp599,4 triliun—dan naik signifikan 25,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp79,3 triliun.
Lebih mengejutkan lagi, beban bunga utang senilai Rp99,8 triliun itu setara 28,8 persen dari total realisasi belanja pemerintah pusat per Februari 2026 sebesar Rp346,1 triliun. Angka ini jauh melampaui realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru menyerap Rp44 triliun per 9 Maret 2026, maupun belanja subsidi dan kompensasi yang hanya mencapai Rp51,5 triliun.
Rupiah Diprediksi Masih Volatile
Dengan kombinasi tekanan eksternal yang belum mereda dan tantangan fiskal domestik yang terus membayangi, analis memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif pada sesi perdagangan berikutnya. Rupiah berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.890–Rp16.920 per dolar AS.
Pergerakan harga minyak dan hasil rilis data PCE Amerika Serikat akan menjadi dua variabel paling krusial yang menentukan arah rupiah dalam waktu dekat.***

