Portal Pantura, Brebes – Kecerian meruap di antara warga Dukuh Petenteng, Desa Purwodadi, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes setelah pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi selesai.
Kehadiran infrastruktur penghubung ini menjadi penanda berakhirnya masa sulit warga yang selama bertahun-tahun harus melintasi sungai.
Jembatan sepanjang kurang lebih 50 meter dan lebar 1 meter tersebut kini membentang kokoh di atas aliran Sungai Pedes.
Fasilitas baru ini secara langsung menghubungkan Dukuh Petenteng di Desa Purwodadi dengan Dukuh Pamijen yang berada di Desa Tanggeran.
Pembangunan sarana vital ini berhasil diwujudkan berkat program bantuan Presiden Prabowo yang disalurkan melalui Kodim 0713 Brebes.
Sinergi antara pemerintah pusat dan TNI ini menjadi jawaban atas kerinduan panjang masyarakat setempat akan akses jalan yang aman.
Kepala Desa Purwodadi, Listuti, S.Pd., menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini memiliki peran yang sangat strategis bagi aktivitas harian warga.
Infrastruktur tersebut mampu memangkas jarak tempuh secara signifikan menuju area perkantoran desa dan pemukiman sekitarnya.
“Sebelum ada jembatan, anak-anak harus menyeberang sungai,” ujarnya saat menceritakan perjuangan anak sekolah di wilayah tersebut.
Kehadiran jembatan ini kini menjamin keselamatan anak-anak sekolah yang tidak perlu lagi bertaruh nyawa menyeberangi derasnya arus sungai.
Penantian Panjang Warga Desa Purwodadi

Selain mempermudah urusan pendidikan, jembatan ini juga membuka isolasi ekonomi warga yang hendak bepergian ke luar wilayah desa.
Akses mobilitas yang lebih cepat diyakini akan mendorong percepatan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak.
“Sudah lama warga menantikan karena mempermudah akses warga,” ujar Listuti menekankan betapa pentingnya pembangunan jembatan ini.
Pernyataan tersebut mencerminkan betapa besarnya harapan masyarakat yang akhirnya dapat terwujud secara nyata pada Oktober ini.
Rasa Syukur dan Pesta Rakyat di Dukuh Petenteng
Antusiasme dan rasa syukur mendalam ditunjukkan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Dukuh Petenteng atas selesainya proyek tersebut.
Sebanyak tiga RT di wilayah Dukuh Petenteng bahkan kompak menggelar acara syukuran bersama sebagai bentuk sukacita.
Tradisi syukuran ini menjadi simbol kebersamaan warga dalam menyambut era baru kemudahan transportasi di desa mereka.
Warga berharap pemeliharaan Jembatan Perintis Garuda dapat terus dijaga bersama agar manfaatnya terasa hingga generasi mendatang.***

