Portal Pantura, Brebes – Dedikasi tanpa henti ditunjukkan Tarso (50), anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Cikuya, Kabupaten Brebes, yang telah tiga dekade menjaga keamanan lingkungan tempat tinggalnya. Di usianya yang kini setengah abad, semangatnya tak surut. Ia tetap aktif berpatroli dan menjalin koordinasi dengan aparat, terutama dalam mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes.
Sejak program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dimulai di Desa Cikuya, Tarso menjadi salah satu sosok yang rutin hadir di Pos Komando Taktis (Poskotis). Selain menjalankan tugas pengamanan wilayah, ia juga aktif berkoordinasi dengan anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD guna memastikan situasi desa tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
Setiap hari, Tarso berkeliling memantau kondisi lingkungan. Patroli yang ia lakukan bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari komitmen panjangnya sebagai garda terdepan keamanan desa. Baginya, menjaga ketertiban adalah bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat yang telah mempercayainya selama 30 tahun terakhir.
“Sudah menjadi kewajiban saya untuk memastikan desa tetap aman, apalagi sekarang ada kegiatan besar seperti TMMD. Kita harus saling mendukung,” ujar Tarso, Senin (23/2/2026).
Kehadirannya di Poshotis TMMD pun disambut hangat para prajurit. Di sela-sela waktu istirahat, Tarso kerap berdiskusi ringan dengan anggota Satgas, bertukar informasi seputar kondisi sosial masyarakat hingga potensi kerawanan yang perlu diantisipasi. Interaksi tersebut mencerminkan sinergi antara aparat teritorial dan unsur keamanan desa.
Menurut Tarso, penunjukan Desa Cikuya sebagai lokasi TMMD Reguler ke-127 merupakan momentum penting bagi kemajuan wilayahnya. Ia menilai program tersebut tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan dan sarana umum, tetapi juga memperkuat rasa aman dan kebersamaan warga.
“Saya merasa bangga desa kami dipilih. Kehadiran TNI bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga memberi semangat bagi kami untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Sebagai warga yang telah lama menyaksikan dinamika pembangunan desa, Tarso mengaku terharu melihat perubahan yang mulai tampak. Infrastruktur yang lebih baik diyakini akan berdampak pada kelancaran mobilitas warga serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0713/Brebes atas perhatian dan kontribusi nyata yang diberikan kepada Desa Cikuya. Baginya, kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan desa dapat berjalan optimal jika didukung kebersamaan.
“Terima kasih kepada TNI yang sudah peduli dengan desa kami. Semoga hasil pembangunan ini bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ucapnya.
Program TMMD Reguler ke-127 sendiri ditargetkan rampung sesuai jadwal. Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan dan pembinaan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi desa, sosok seperti Tarso menjadi cerminan keteladanan pengabdian. Tiga puluh tahun menjaga keamanan bukan waktu yang singkat. Konsistensi dan loyalitasnya menunjukkan bahwa peran Linmas tetap relevan dalam mendukung stabilitas desa, terlebih saat bersinergi dengan aparat TNI melalui program TMMD.
Semangat gotong royong yang tumbuh dari kolaborasi tersebut diharapkan terus terjaga, sehingga Desa Cikuya tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga semakin kuat dari sisi kebersamaan dan keamanan warganya.***

