“Indonesia ini kaya sekali dengan sumber daya alamnya, dan kaya akan limbahnya juga,” ungkapnya.
Data yang disampaikan cukup mengejutkan. Saat ini 75 persen air di Indonesia sudah tercemar. Setiap hari ada 14 ribu ton limbah tinja yang dihasilkan.
“Hampir 50 dari 1.000 angka kematian disebabkan diare akibat air tercemar,” tegasnya.
Ajakan Jaga Kualitas Air
Shanty mengingatkan masyarakat agar menjaga kualitas air. Pemanfaatan IPAL secara optimal menjadi kunci mencegah pencemaran.
“Jangan sampai air kita tercemar oleh limbah,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur sanitasi memberikan manfaat jangka panjang. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan program.
“Indonesia bersih lahir dari desa yang bersih, Indonesia sehat lahir dari desa yang sehat,” tandasnya.
Pentingnya Keberlanjutan Program
Pemerintah daerah bersama masyarakat diminta menjaga keberlanjutan fasilitas IPAL. Fungsi optimal fasilitas ini penting untuk pembangunan lingkungan lebih sehat di Brebes.
Kerja sama semua pihak diperlukan agar program sanitasi berbasis masyarakat ini berhasil. IPAL Desa Mendala diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola limbah.***

