Portal Pantura, Brebes – Puluhan anak muda di Desa Pepedan mendapat pengalaman berharga. Mereka tak hanya belajar soal kesehatan, tapi juga mengenal langsung cara kerja lembaga legislatif daerah.
Forum Anak Desa Pepedan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menggelar pertemuan rutin bulanan pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi agenda tetap yang dinantikan anak-anak di desa tersebut.
Tiga Pilar Kegiatan
Ketua Forum Anak Desa Pepedan, Dima, menjelaskan bahwa setiap pertemuan mencakup tiga kegiatan utama. Pertama, pemeriksaan kesehatan. Kedua, sesi konsultasi. Ketiga, edukasi tematik.
“Kami ingin anak-anak di desa ini tumbuh sehat dan berpengetahuan luas,” ujar Dima.
Pada pertemuan kali ini, sesi edukasi tampil lebih istimewa. Forum Anak mengundang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Brebes, Ade Apriyanto, sebagai narasumber.
Mengenal Wakil Rakyat dari Dekat
Kedatangan Ade memberi kesempatan langka bagi anak-anak desa. Mereka bisa bertatap muka dan berdialog langsung dengan wakil rakyat yang selama ini hanya mereka kenal dari cerita orang dewasa.
Ade menjelaskan tugas pokok dan fungsi anggota DPRD dengan bahasa yang mudah dipahami.
“Salah satu fungsi anggota dewan adalah pengawasan,” terang Ade di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa DPRD bertugas mengawasi jalannya pemerintahan daerah. Selain itu, dewan juga berfungsi membuat peraturan daerah dan menyetujui anggaran pembangunan.
Pemaparan ini disambut antusias. Anak-anak tampak aktif bertanya dan menyimak penjelasan Ade dengan serius.
Sahabat Anak yang Konsisten
Ade Apriyanto bukan nama asing di Kabupaten Brebes wilayah selatan. Ia dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap tumbuh kembang generasi muda.
Karena itu, undangan dari Forum Anak Pepedan langsung ia sambut dengan hangat.
“Saya apresiasi dengan kegiatan positif ini,” kata Ade.
Menurutnya, forum semacam ini adalah ruang yang sehat bagi anak-anak untuk berkembang. Ia mendorong agar kegiatan serupa terus berlanjut dan bahkan berkembang ke desa-desa lain.
Motivasi dan Bekal Keterampilan
Tak berhenti di situ. Ade juga menyuntikkan semangat kepada para peserta melalui sesi motivasi.
Ia mengingatkan anak-anak untuk tidak menyerah pada keterbatasan. Potensi besar, kata Ade, bisa muncul dari desa mana pun.
Yang menarik, Ade turut berbagi ide keterampilan praktis. Ia memperkenalkan beberapa jenis keterampilan yang bisa dikerjakan dengan mudah, namun memiliki nilai ekonomi yang nyata.
“Anak-anak desa punya peluang yang sama besarnya dengan anak kota. Kuncinya ada pada kemauan dan kreativitas,” pesannya.
Ide-ide tersebut disambut antusias. Beberapa anak bahkan langsung mengajukan pertanyaan soal cara memulai keterampilan yang dimaksud.***

