Namun, ia meminta maaf karena realisasi program belum bisa dilaksanakan secara maksimal.
“Mohon maaf jika pelaksanaannya belum maksimal,” ujarnya.
Jateng Hadapi “Tsunami Anggaran”
Kendala utama pelaksanaan program adalah keterbatasan anggaran. Zaki menyebut Provinsi Jawa Tengah sedang menghadapi “tsunami anggaran”.
Dana transfer dari pemerintah pusat ke Jawa Tengah mengalami penurunan drastis. Di tahun 2026, dana transfer diperkirakan hanya sekitar Rp1,5 triliun.
Angka ini jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah pusat,” ungkap legislator daerah pemilihan Brebes ini.
Selain efisiensi, penyerapan anggaran besar-besaran untuk program nasional juga menjadi faktor. Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih menyerap porsi anggaran signifikan.
Dana Desa Turun Hingga 70 Persen
Dampak pemotongan anggaran tidak hanya dirasakan pemerintah provinsi. Pemerintah desa pun terkena imbasnya.
Dana desa yang biasanya mencapai miliaran rupiah kini dipangkas drastis. Besaran dana desa untuk tahun ini hanya sekitar Rp300 juta per desa.
Penurunan ini mencapai lebih dari 70 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

