“Kami pastikan material yang digunakan tetap terjaga kualitasnya. Walaupun diangkut manual, standar pekerjaan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain aspek pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga memperkuat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Kerja bersama di tengah medan berat menciptakan solidaritas dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas program tersebut.
Warga Desa Cikuya terlihat antusias membantu proses pengangkutan material. Mereka bahu-membahu bersama personel TNI mendorong angkong melewati jalur licin demi mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ritme pembangunan tetap stabil, terutama ketika cuaca menjadi kendala utama di lapangan.
Pelaksanaan TMMD ke-127 ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sarana dan kondisi alam tidak menjadi penghalang bagi upaya percepatan pembangunan desa. Dengan strategi adaptif dan kolaborasi yang solid, pengerjaan jalan di Desa Cikuya terus menunjukkan progres signifikan.
Di tengah lumpur dan hujan, kerja manual yang dilakukan personel TNI dan warga menjadi simbol komitmen bersama membangun infrastruktur desa yang lebih layak dan berkelanjutan.***

