Lokasi terakhir yang ditinjau adalah Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang. Banjir melanda wilayah ini setelah hujan lebat mengguyur Brebes pada Rabu (11/2/2026) malam, mengakibatkan Kali Gondang meluap.
Ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 50 hingga 100 sentimeter. Air mulai menggenangi permukiman sejak dini hari Kamis secara mendadak, membuat warga panik menyelamatkan barang berharga.
“Air masuk dengan sangat cepat. Kami hanya sempat memindahkan barang-barang penting,” ungkap Suti (67), salah seorang warga yang terdampak banjir.
Meskipun ketinggian air mulai berkurang, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Wurja bersama jajaran pemerintah daerah, BPBD, PMI, Camat Jatibarang, dan Kepala Desa Bojong memastikan kondisi warga dan langkah penanganan.
“Kondisi warga sudah kami pastikan aman. Air mulai surut, namun kami tetap mengimbau agar masyarakat tetap siaga,” ujar Wurja.
Masalah Berulang Setiap Musim Hujan
Camat Jatibarang Rade Andriana Younansyah mengungkapkan bahwa banjir di Dukuh Bayur merupakan permasalahan yang berulang setiap musim penghujan. Luapan Kali Gondang menjadi penyebab utama genangan di permukiman warga.
“Setiap hujan dengan intensitas tinggi, air sungai selalu meluap ke area permukiman. Kami bersama pemerintah desa dan relawan akan berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Petugas dan relawan terus memantau kondisi sungai serta bersiaga menghadapi kemungkinan peningkatan volume air akibat curah hujan yang masih diprediksi akan terus berlanjut.***

