Portal Pantura, Brebes – Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma memimpin ziarah ke makam para pendahulu jelang Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348, Kamis (15/1/2026). Tradisi ini menjadi bagian penting peringatan yang jatuh pada 18 Januari mendatang.
Kegiatan dipimpin langsung Bupati Brebes bersama suami dan jajaran Forkopimda. Turut hadir Ketua Umum Hari Jadi Brebes, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, serta Kepala Kemenag Brebes.
Petilasan Mbah Joko Poleng Jadi Titik Awal
Rombongan memulai perjalanan dari petilasan kamar Mbah Joko Poleng di Kompleks Pendopo Bupati Brebes. KH Saefudin memimpin pembacaan tahlil dan doa pembuka.
Dari sini, rombongan melanjutkan ke Pesarean Makam Pangeran Angka Wijaya di Losari, Brebes. Lokasi ini menjadi titik kedua dari tujuh makam yang dikunjungi hari itu.
Tiga Generasi Bupati di Makam Klampok
Makam Mbah Ruby di Klampok, Wanasari menjadi destinasi penting. Di kompleks ini terdapat tiga generasi bupati Brebes dari dinasti Pranata Yuda.
Arya Singasari Pranata Yuda memimpin Brebes selama 27 tahun. Posisinya dilanjutkan cucunya, Kanjeng Adipati Pranata Yuda II atau Mbah Klampok yang menjabat 14 tahun (1836-1850).
Cucu Mbah Klampok, Kanjeng Adipati Singasari Pranata Yuda III, memerintah paling lama. Beliau memimpin Brebes selama 28 tahun (1850-1878). Ketiga tokoh ini dimakamkan di lokasi yang sama.
Kenang Bupati Putra Daerah Era Reformasi
Perjalanan dilanjutkan ke pemakaman Desa Kertabesuki, Wanasari. Rombongan berziarah ke makam HM Tadjudin Noor Ali dan keluarga.
Tadjudin merupakan bupati asli putra daerah yang menjabat tahun 1999-2001. Kehadirannya menandai era baru kepemimpinan lokal pasca Orde Baru.
Dari Kertabesuki, rombongan menuju Makam Syekh Junaedi Al Baghdadi di Desa Randusanga Wetan, Brebes. Tokoh agama ini turut berkontribusi dalam perkembangan spiritual masyarakat Brebes.

