UMK Brebes Masih Terendah di Jateng
Tuntutan kenaikan upah ini bukan tanpa alasan. UMK Brebes 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 2.239.802 menempatkan Brebes sebagai salah satu daerah dengan upah terendah di Jawa Tengah.
Para buruh menegaskan upah saat ini tidak cukup memenuhi kebutuhan pokok. Apalagi bagi buruh yang sudah berkeluarga.
Angka Rp 3,5 juta disebut realistis untuk mengeluarkan buruh dari kemiskinan ekstrem. Target mereka menciptakan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Audiensi dengan Penjabat Bupati Berjalan Lancar
Puncak aksi adalah audiensi dengan Penjabat (Plh) Bupati Brebes. Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) serta Kapolres Brebes.
Kapolres turut mendengarkan langsung aspirasi buruh. Dialog antara pemerintah daerah dan serikat pekerja berjalan konstruktif tanpa insiden.
Setelah kesepakatan dicapai dan aspirasi ditandatangani pejabat daerah, massa membubarkan diri dengan tertib. Pembubaran juga dikawal polisi hingga peserta kembali ke titik awal.
“Alhamdulillah, kegiatan aksi unjuk rasa hari ini berjalan aman dan kondusif,” kata Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah.
“Ini menunjukkan komitmen bersama antara aparat keamanan dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban umum saat menyampaikan aspirasi,” tambahnya.
Komitmen Jaga Kamtibmas
Kehadiran ratusan personel polisi bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kapolres menegaskan setiap warga berhak menyampaikan aspirasi dengan cara demokratis.
Polres Brebes memastikan arus lalu lintas tetap lancar selama konvoi. Tidak ada gangguan berarti di jalan raya sepanjang aksi berlangsung.

