Portal Pantura, Jakarta – Siklon Tropis Narele menjadi perhatian utama BMKG hari ini. Kehadirannya berdampak langsung pada kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, Selasa (24/3/2026).
Masyarakat di Nusa Tenggara Timur diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat mengancam wilayah tersebut sepanjang hari ini.
Siklon Narele dan Dampaknya
Siklon Tropis Narele saat ini terpantau di pesisir barat Australia bagian utara. Sistem ini bergerak ke arah barat hingga barat daya dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan minimum 993 hPa.
Meski berada di luar wilayah Indonesia, dampaknya terasa signifikan.
Siklon ini menginduksi pembentukan low level jet di wilayah Nusa Tenggara Timur, perairan timur NTT, Laut Timor, hingga pesisir utara Australia bagian utara.
Selain itu, konvergensi dan konfluensi angin diprediksi terbentuk di perairan selatan Sulawesi serta Maluku bagian selatan hingga tenggara.
BMKG juga mendeteksi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Aceh dan Samudra Pasifik utara Papua. Sistem ini memperpanjang zona konvergensi dan konfluensi di kedua samudra tersebut.
Kombinasi dinamika atmosfer inilah yang memicu potensi cuaca ekstrem di berbagai penjuru Indonesia.
Wilayah Barat: Hujan Ringan hingga Udara Kabur
Di bagian barat Indonesia, sejumlah kota besar perlu mewaspadai hujan ringan, termasuk:
- Pekanbaru, Padang, Jambi
- Pangkalpinang, Jakarta, Serang
- Semarang dan Tanjung Selor
Sementara itu, langit berawan hingga berawan tebal diprakirakan menyelimuti Banda Aceh, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, dan Banjarmasin.

