TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Dana Desa Tonjong Anjlok 69 Persen, Pembangunan Infrastruktur Terancam

×

Dana Desa Tonjong Anjlok 69 Persen, Pembangunan Infrastruktur Terancam

Sebarkan artikel ini
Ketua BPD Desa Tonjong Waryono (kiri) menyerahkan dokumen APBDes 2026 yang baru ditetapkan kepada Kepala Desa Samsudin di Kantor Desa Tonjong, Brebes, Rabu (14/1/2026) di gedung serba guna desa setempat. APBDes tahun ini mencatat penurunan Dana Desa hingga 69 persen dari Rp1,2 miliar menjadi Rp373 juta, sehingga pembangunan infrastruktur desa akan mengandalkan Bantuan Keuangan dari pokok pikiran anggota dewan. (Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo)
Ketua BPD Desa Tonjong Waryono (kiri) menyerahkan dokumen APBDes 2026 yang baru ditetapkan kepada Kepala Desa Samsudin di Kantor Desa Tonjong, Brebes, Rabu (14/1/2026) di gedung serba guna desa setempat. APBDes tahun ini mencatat penurunan Dana Desa hingga 69 persen dari Rp1,2 miliar menjadi Rp373 juta, sehingga pembangunan infrastruktur desa akan mengandalkan Bantuan Keuangan dari pokok pikiran anggota dewan. (Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo)
IKLAN
Ukuran teks

Kondisi ini membuat pemerintah desa harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. Tidak semua usulan program dapat direalisasikan.

Pendamping Desa: Prioritaskan Kemanusiaan

Pendamping Desa Kecamatan , Nanang Syaefudin, memberikan arahan terkait pengelolaan dana yang terbatas. Ia menekankan pentingnya mengedepankan aspek kemanusiaan dalam pengalokasian anggaran.

“ tidak boleh digunakan untuk honor dan perjalanan dinas di luar kabupaten,” tegas Nanang.

iklan

Larangan tersebut bertujuan memastikan dana yang terbatas benar-benar digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Prioritas harus diberikan pada program yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Tantangan Pengelolaan Dana Terbatas

Penurunan di mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak desa di Indonesia. Alokasi yang tidak konsisten menyulitkan perencanaan pembangunan jangka panjang.

Pemerintah desa dituntut lebih kreatif mencari sumber pendanaan alternatif. Kolaborasi dengan anggota dewan melalui Bantuan Keuangan menjadi salah satu solusi.

Namun, ketergantungan pada BK juga memiliki risiko. Ketersediaan dana sangat bergantung pada kebijakan politik dan kesediaan wakil rakyat.

Dampak bagi Masyarakat

Penurunan drastis berpotensi menghambat percepatan pembangunan di pedesaan. Infrastruktur seperti jalan, irigasi, dan fasilitas umum mungkin tertunda.

Masyarakat Desa berharap ada solusi dari pemerintah pusat. Mereka mengharapkan alokasi yang lebih stabil dan memadai di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, pemerintah desa terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana menjadi kunci mempertahankan kepercayaan masyarakat.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P