Portal Pantura, Brebes – Satu lagi titik layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir di Kabupaten Brebes. Dapur MBG milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Kahfi Purwokerto resmi diluncurkan di Desa Purwodadi, Kecamatan Tonjong, Jumat (26/2/2026) sore.
Peresmian berlangsung pukul 16.00 hingga 17.45 WIB dan dihadiri sekitar 100 orang, meliputi unsur pemerintah daerah, aparat Muspika Kecamatan Tonjong, tenaga kesehatan, relawan, dan warga setempat. Kehadiran Wakil Bupati Brebes Wurja, Kapolsek Tonjong Iptu Yazid Asmungi, Danramil Tonjong Lettu Sutrisno, hingga Kepala Puskesmas Tonjong Lusiana mencerminkan besarnya dukungan lintas sektor terhadap program ini.
Rangkaian acara berjalan khidmat, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan para tokoh, pemotongan pita, hingga doa bersama sebagai penutup.
Yayasan: Dapur Ini untuk Sukseskan Program Nasional
Ketua Yayasan Al-Kahfi, Eko Yulianto, menyebut kehadiran dapur MBG ini sebagai wujud nyata dukungan yayasan terhadap program pemerintah pusat dalam menjamin kecukupan gizi anak-anak usia sekolah.
Pemilik yayasan, Hj. Ratini, menambahkan bahwa pendirian Dapur SPPG ini sejalan dengan amanat Badan Gizi Nasional (BGN) selaku lembaga yang menaungi program MBG secara nasional. Ia berharap dapur tersebut tidak sekadar beroperasi, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak di wilayah Tonjong dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua SPPG/SPPI MBG, Khifni Irsandi, S.Kep., mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan program ini. Menurutnya, konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci agar layanan gizi bagi siswa di Desa Purwodadi dapat berjalan tanpa hambatan.
Wakil Bupati: Jangan Sekali-kali Langgar SOP
Wakil Bupati Brebes, Wurja, dalam sambutannya menegaskan bahwa MBG adalah program mulia yang menjadi prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan pengelola dapur untuk tidak memandang enteng aspek operasional, terutama soal standar gizi dan kebersihan.
“Program ini harus memenuhi standar gizi yang benar-benar sesuai ketentuan. Jangan sekali-kali melanggar SOP. Jalankan dengan baik agar hasilnya nyata dan bermanfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah,” tegasnya di hadapan peserta.
Wurja juga mewanti-wanti agar tidak ada keluhan dari lapangan akibat kelalaian pengelolaan, baik menyangkut mutu makanan maupun kebersihan fasilitas dapur. Pengelolaan yang profesional, katanya, adalah syarat mutlak agar program ini berkelanjutan dan dipercaya masyarakat.
Polisi Siap Kawal Pelaksanaan
Kapolsek Tonjong, Iptu Yazid Asmungi, turut menyampaikan selamat atas beroperasinya dapur MBG di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa jajaran Polsek Tonjong, selaku pembina ketertiban dan keamanan masyarakat, akan aktif mendampingi dan mengawal jalannya program agar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Landasan Hukum yang Kuat
Program MBG berpijak pada dua regulasi utama: Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Program Prioritas Nasional MBG. Keduanya menjadi panduan bagi daerah dalam mengimplementasikan program secara tertib dan akuntabel.
Dengan resmi beroperasinya Dapur MBG SPPG Yayasan Al-Kahfi di Desa Purwodadi, cakupan layanan gizi untuk siswa di Kecamatan Tonjong diharapkan semakin luas. Lebih dari sekadar menyajikan makanan, program ini digadang-gadang menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.***

