Kepala Desa Pedagangan, Wiharso, mengaku tersentuh dengan keterlibatan semua pihak.
“Sinergi ini membuktikan bahwa ketika aparat, pemerintah, dan warga bersatu, tak ada yang mustahil. Ini bukan hanya tentang rumah, tapi tentang harapan,” katanya.
Setelah dibongkar, rumah Ibu Endang dibangun kembali dengan dukungan program bantuan sosial. Sebuah hunian sederhana namun layak, yang akan menjadi simbol baru kehidupan yang lebih baik.
Saat genting terakhir diturunkan dan debu mengambang di udara, Ibu Endang tak kuasa menahan air mata.
“Saya tidak pernah menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini. Terima kasih kepada semua yang sudah peduli,” ucapnya lirih.
Kini, di antara puing-puing rumah lamanya, tumbuh harapan. Sebuah awal baru. Dan di tengahnya, berdiri Ibu Endang, tidak lagi sendiri.***
Tim Redaksi
