Portal Pantura, Brebes – Aktivitas pembangunan infrastruktur dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, tak hanya menyisakan cerita tentang gotong royong membangun fasilitas fisik. Ada fenomena menarik yang muncul dari salah satu anggota satgas, yakni bagaimana sebuah hobi sederhana mampu menciptakan kedekatan emosional antara prajurit dan masyarakat.
Sertu Tohirin, personel Satgas TMMD yang bertugas di wilayah tersebut, memilih cara unik untuk menjaga stamina mental di tengah rutinitas kerja fisik yang padat. Prajurit ini membawa burung perkutut peliharaannya ke lokasi penugasan sebagai media refreshing setelah seharian berkutat dengan pekerjaan pembangunan desa.
Kehadiran burung berkicau ini bukan tanpa alasan. Menurut pengakuan Sertu Tohirin saat ditemui Jumat (13/02/2026), mendengarkan kicauan perkutut menjadi terapi alami yang ampuh menghilangkan kepenatan.
“Pekerjaan lapangan sangat menguras tenaga dan pikiran. Suara merdu perkutut ini membantu saya merilekskan diri sehingga keesokan harinya bisa kembali bertugas dengan kondisi prima,” tutur prajurit kelahiran Brebes itu.
Lebih dari sekadar pengisi waktu luang, kegemaran memelihara burung yang dalam bahasa Jawa disebut “klangenan” ini ternyata membawa dampak positif secara sosial. Sejumlah warga Desa Cikuya yang memiliki hobi serupa kerap menghampiri posko TMMD untuk berbincang seputar perawatan burung.
Interaksi spontan ini kemudian berkembang menjadi obrolan ringan yang lebih luas, mencakup berbagai topik keseharian. Tanpa disadari, burung perkutut menjadi medium komunikasi yang menjembatani kedekatan antara personel TNI dan masyarakat sipil.
Danramil Banjarharjo, Kapten Inf Agus Priyanto, mengapresiasi inisiatif kreatif anggotanya tersebut. Menurutnya, pendekatan seperti ini justru memperkuat esensi program TMMD sebagai wadah kemanunggalan TNI-Rakyat.
“Kami tidak melarang anggota menyalurkan hobi positif selama tidak mengganggu tugas pokok. Justru ini bagus karena secara tidak langsung membangun kedekatan emosional dengan warga,” ujar Agus.
Fenomena ini membuktikan bahwa keberhasilan program TMMD tidak semata-mata diukur dari hasil fisik pembangunan infrastruktur. Aspek hubungan humanis antara prajurit dan masyarakat menjadi nilai tambah yang tak kalah penting.
Di sela-sela kesibukannya, Sertu Tohirin juga berbagi pengetahuan tentang teknik perawatan burung kepada warga yang tertarik. Mulai dari pemilihan pakan, perawatan kandang, hingga cara melatih agar burung rajin berkicau.

