Portal Pantura – Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Umar bin Syu’aib as-Sanusi tercatat sebagai salah satu ulama terkemuka dalam bidang akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Ulama kelahiran Tilmisani, Aljazair ini lahir pada 18 Jumadil Akhir 832 Hijriah atau 9 Mei 1490 Masehi.
Imam Sanusi berasal dari kabilah Sanus yang bermukim di Maroko. Nama besarnya dikenal luas karena kontribusinya dalam menjaga kemurnian tauhid dan akidah Islam.
Pendidikan dari Lingkungan Keluarga Religius
Sejak kecil, Imam Sanusi menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Lingkungan keluarga yang kondusif dan religius menjadi modal utama perkembangan intelektualnya.
Pendidikan pertamanya dimulai dari sang ayah, Syekh Yusuf bin Umar. Dari beliau, Imam Sanusi mempelajari ilmu agama, aljabar, dan matematika.
Selain kepada ayahnya, ia juga menimba ilmu dari kakak kandungnya dan sejumlah ulama besar zamannya. Di antaranya Talwati, Abu Abdullah al-Haqab, Abul Hasan Al-Kalsadi, Ibnu Marzuk, dan Kasim Uqbani.
Berguru kepada Ulama–Ulama Besar
Perjalanan keilmuan Imam Sanusi sangat kaya. Ia belajar kitab ar-Risalah dari al-Hafiz Abu al-Hasan at-Taluti, saudara seibunya.
Kitab al-Irsyad karya Imam al-Haramain dan kitab at-Tauhid dipelajarinya dari al-Imam Abu al-Qasim al-Kanabasyi. Untuk hadis, ia berguru kepada al-Imam Abu Zaid al-Tsa’libi, mempelajari Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kitab hadis lainnya.
Ilmu Faraidl dan Hisab diperolehnya dari Abu al-Hasan al-Qalshadi al-Andalusi. Adapun ilmu tasawuf, ia mengambil thariqah dari Abu Zaid Al-Tsa’libi dan Ibrahim at-Tazi.
Ketekunan belajar sejak usia dini hingga dewasa mengantarkan Imam Sanusi menjadi ulama yang luas pengetahuannya. Ketajaman dan kecerdasannya menjadikannya panutan bagi banyak murid.
Pribadi yang Sederhana dan Menjauhi Penguasa
Imam Sanusi dikenal sebagai ulama yang zuhud dan menjaga jarak dari penguasa. Dalam buku Dasar-Dasar Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah, dikisahkan suatu ketika beliau dan murid-muridnya berjalan ke padang pasir.

