Portalpantura.com- Ketika bumi di Brebes bergerak menghancurkan rumah – rumah dan memaksa warga mengungsi dari kehidupan yang mereka kenal.
Bantuan dan harapan pun datang dari berbagai penjuru. Salah satu yang hadir tanpa ragu adalah Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Indosat Oredoo membuktikan bahwa sebuah konektivitas tak hanya soal sinyal, tapi juga tentang kepedulian.
Di tengah hamparan tenda-tenda darurat di Lapangan Futsal Gunung Poh dan Dusun Krajan Kabupaten Brebes.
Rombongan Indosat datang membawa lebih dari sekadar bantuan logistik. Mereka membawa rasa empati nyata sebuah pesan sederhana: kamu tidak sendiri.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Kehadiran kami bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan,” ungkap Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java IOH.
Lanjut, Fahd Yudhanegoro menyerahkan bantuan dan paket-paket dibagikan itu terselip beras, minyak goreng dan mie instan, obat-obatan serta juga selimut menghangatkan malam-malam dingin para pengungsi.
Namun Indosat paham, bencana bukan hanya soal kebutuhan fisik. Di sela-sela penyerahan bantuan, gelak tawa anak anak terdengar.
Tami, 9 tahun warga sekitar, tertawa lepas setelah mendengar dongeng dari relawan psikososial Indosat.
Dengan polosnya ia berujar, “Pengen nonton TV kaya nang umah,” rasa rindu sederhana dari seorang bocah yang kini telah kehilangan rumahnya.
Bantuan kartu perdana IM3 dan Tri yang dibagikan secara gratis menjadi jembatan pengungsi tetap terhubung dengan sanak keluarga, membagikan kabar, atau sekadar mendengar suara orang terkasih di seberang telepon.
Di antara para pengungsi, Warsinah (47) asal dari Desa Babakan mengaku sangat terbantu. “Alhamdulillah, bantuan sangat berarti untuk kami.
Harapan saya ke depan bisa punya rumah tinggal lagi dan hidup seperti sebelum kejadian ini,” katanya dengan mata yang berusaha tegar.
Bagi Indosat, aksi di Brebes ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang menjadi sahabat masyarakat, di saat suka maupun duka.
Dengan semangat gotong royong serta keberlanjutan, Indosat membuktikan bahwa perusahaan teknologi menjadi pelipur lara di tengah bencana.***

