Portal Pantura – Di balik pagar rumah dinas KPH Pekalongan Barat, sebuah pemandangan tak biasa menyambut mata.
Deretan galon air bekas, yang biasanya berakhir di tempat sampah dan kini menjelma menjadi pot-pot cantik berisi tanaman sayur dan rempah.
Di sanalah ibu-ibu Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIK-P) Cabang Pekalongan Barat menunjukkan bahwa kreativitas bisa tumbuh dari kepedulian dan juga ketekunan.
Hari itu, Selasa (24/06/2025), halaman rumah dinas di kompleks kantor Perhutani KPH Pekalongan Barat di Slawi tampak lebih hidup dari biasanya.
Suara cangkul kecil dan tawa riang menyatu di antara aroma tanah basah dan pupuk kompos.
Para anggota IIK-P sigap mencampur media tanam, memasukkannya ke dalam galon bekas yang telah dihias warna-warni, lalu menanam bibit cabai, tomat, dan terong.
Di sudut lain, tampak rimpang jahe, kunyit, dan kencur mulai tumbuh subur simbol kecil dari harapan besar akan kesehatan dan kemandirian pangan.
Menurut Lastri Purwaningsih Prasetyo Lukito, Ketua IIK-P Pekalongan Barat, hal ide ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun baru kali ini benar-benar bisa terlaksana.
“Kami ingin ibu-ibu bisa lebih produktif. Tidak hanya mengurus rumah, tapi juga berkontribusi bagi lingkungan dan keluarga,” ujarnya.
Lebih dari sekadar menanam, kegiatan menjadi ruang ekspresi pemberdayaan bagi para istri karyawan Perhutani.
Tim Redaksi
