Portal Pantura, Tegal – Angin sore yang biasa menyapu tenang perkampungan itu, pada Senin 3 Maret 2025, membawa cerita yang kelam.
Seorang ibu rumah tangga, Ponirah (46), warga Desa Dukuh Benda Kecamatan Bumijawa tewas di tangan sepupunya sendiri, Khomarul Hadi alias Komar (41).
Tak ada teriakan dan tak ada peringatan Hanya sunyi, dan kemudian tubuh pun tergeletak di depan rumah bersimbah darah.

Warga Desa Bumijawa mengenal Komar sebagai sosok pendiam, sedikit tertutup, tapi juga kerap membuat resah.
Ia sering terlihat berjalan membawa parang sehingga tak jarang pula warga bergidik ngeri, namun lebih memilih diam, beberapa menganggapnya ‘Tak Waras’.
Namun semua praduga masyarakat itu pun akhirnya dibantah tegas Kapolres Tegal setelah dilakukan pemeriksaan pada kesehatan.
Dalam Konferensi Pers Rabu (23/4),AKBP Bayu Prasatiyo selaku Kapolres Tegal menyatakan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan menyebutkan bahwa Komar sepenuhnya sadar dan tidak mengalami gangguan kejiwaan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka secara menyeluruh dan Komar tersangka kondisinya sehat secara mental tak mengalami gangguan jiwa” tegasnya.
Cerita ini bukan sekadar pembunuhan. Ini adalah kisah tentang janji yang gagal ditepati, tentang harapan kian lama membusuk perlahan.

