UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Kapal Karam, Nelayan Tak Bisa Melaut Aksi Bhayangkari Tegal Kota Tuai Apresiasi

×

Kapal Karam, Nelayan Tak Bisa Melaut Aksi Bhayangkari Tegal Kota Tuai Apresiasi

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Musibah memang bisa datang kapan saja, termasuk bagi para yang menggantungkan hidupnya di laut. Hal itulah yang dialami pemilik dan anak buah kapal (ABK) KM Rizki Barokah, kapal kecil mengalami kecelakaan laut di perairan Kota Tegal.

Namun di tengah kondisi sulit tersebut Cabang Tegal Kota bersama Yayasan Kemala hadir dengan membawa bantuan dan harapan.

Rabu (21/1/2026), mereka menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai dan paket sembako membantu kebutuhan sehari-hari para yang sementara belum bisa melaut.

iklan

Ketua Cabang Tegal Kota, Ny. Henny Antariksa, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap yang sedang tertimpa musibah.

“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban pemilik kapal dan para ABK selama kapal belum bisa kembali beroperasi,” ujarnya.

KM Rizki Barokah mengalami kecelakaan pada Senin dini hari (19/1/2026). Kapal GT 5 itu mengalami mati mesin saat cuaca buruk melanda perairan Kota Tegal.

Ombak tinggi membuat kapal terhempas hingga karam di kawasan Pantai Alam Indah (PAI), sebelum akhirnya terdampar di breakwater Kalianyar, Kelurahan Mintaragen.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan kapal membuat pemilik dan para ABK harus berhenti melaut sementara waktu situasi yang tentu berdampak langsung pada penghasilan mereka.

Pemilik kapal, Suyatno, mengaku sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan . Di tengah ketidakpastian, bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi para untuk bangkit kembali.

Ketua DPD Himpunan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto, menilai kejadian ini menjadi pengingat bahwa nelayan tradisional sangat rentan terhadap cuaca ekstrem.

Ia pun mengimbau para nelayan untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan mengutamakan keselamatan saat melaut.

Di tengah gelombang yang tak menentu, uluran tangan dan kepedulian menjadi jangkar yang menjaga harapan tetap bertahan.***

Cahyo

Terbaru dari Cahyo