IKLAN
News

Kebakaran Hutan di Bantarkawung Brebes Padam dalam 30 Menit Berkat Aksi Cepat Warga dan Polisi

Avatar photo
×

Kebakaran Hutan di Bantarkawung Brebes Padam dalam 30 Menit Berkat Aksi Cepat Warga dan Polisi

Sebarkan artikel ini
⚡ RINGKASAN
Kebakaran hutan pinus di Bantarkawung Brebes berhasil dipadamkan warga dan polisi dalam 30 menit. Simak kronologi lengkap dan imbauan pihak berwenang.

Portal Pantura, – Malam mencekam mendadak menyelimuti warga di kawasan kaki bukit wilayah Kabupaten akhir pekan ini. Sebuah titik api terpantau mulai melahap area vegetasi kering di tengah pekatnya kegelapan malam.

Merespons situasi darurat tersebut, aparat kepolisian sektor setempat langsung bergerak cepat menuju titik lokasi. Tanpa buang waktu, tim gabungan berpacu dengan waktu untuk menjinakkan si jago merah.

Peristiwa menegangkan ini terjadi di kawasan hutan Perhutani Petak 53J.12,6 yang terletak di Dukuh Secang, Desa . Lahan tersebut masuk dalam wilayah administratif Kecamatan , Kabupaten .

iklan

Insiden ini mulai terdeteksi warga sekitar pada Jumat malam sekitar pukul 23.30 WIB. Warga yang panik melihat kilatan api langsung melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian terdekat.

Bergerak Cepat Menuju Lokasi

Laporan kilat dari masyarakat langsung direspons sigap oleh jajaran personel Polsek . Tiga orang anggota kepolisian langsung dikerahkan untuk mendatangi lokasi kejadian tanpa penundaan.

Tim patroli polsek tersebut dipimpin langsung oleh KSPKT I Aiptu Agus Tri bersama Kanit Binmas Aiptu Aris Wahyudi. Mereka didampingi oleh Briptu Isnaenur Hakim untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terukur.

Setibanya di area hutan, petugas mendapati kondisi api yang mulai merembet di tengah kegelapan malam. Tanpa ragu, mereka langsung bergabung dengan warga dan petugas Perhutani untuk melakukan penanganan darurat.

Pemadaman Manual Secara Gotong Royong

Upaya pemadaman dilakukan secara manual mengingat akses kendaraan sulit mencapai titik api di dalam kawasan hutan. Petugas dan warga hanya mengandalkan peralatan seadanya serta pasokan air seadanya dari pemukiman sekitar.

Luas lahan yang terbakar di kawasan Perhutani tersebut tercatat mencapai sekitar 0,02 hektare. Area itu dipenuhi oleh vegetasi pohon pinus serta alang-alang yang kondisinya sangat kering akibat musim kemarau.

Kondisi vegetasi yang kering renta ini sempat memicu kekhawatiran besar akan potensi penyebaran api yang lebih luas. Beruntung, kerja sama solid membuat proses isolasi api dapat berjalan dengan efektif.

Sinergi Berbuah Manis dalam 30 Menit

Berkat respons kilat serta sinergi yang apik, amukan api berhasil dijinakkan dalam waktu singkat. Kurang lebih hanya dalam waktu 30 menit, si jago merah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan.

Langkah taktis ini sukses mencegah api merembet ke area hutan lindung maupun pemukiman warga terdekat. Situasi di lokasi kejadian pun berhasil dikendalikan sebelum dampak kerusakan meluas.

Kepastian mengenai keberhasilan pemadaman ini disampaikan langsung oleh pimpinan kepolisian sektor setempat kepada awak media. Keterangan resmi diberikan pada Sabtu keesokan harinya.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi dan bersama petugas Perhutani serta masyarakat melakukan pemadaman secara manual,” ujar Kapolsek Bantarkawung Iptu Dwi Utomo, S.H. pada Sabtu (3/10/2026).

“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan kurang lebih dalam waktu 30 menit sehingga tidak meluas,” tambahnya dengan nada lega.

Pemantauan Ketat Pasca-

Meski api telah padam, aparat keamanan tidak langsung meninggalkan lokasi begitu saja. Personel gabungan tetap bersiaga melakukan pemantauan ketat di sekitar titik .

Langkah antisipasi ini diambil mengingat masih banyak sisa material dan vegetasi kering yang berpotensi memicu kemunculan titik api baru. Pengawasan intensif terus dilakukan demi memastikan keamanan total.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian juga menyampaikan rasa syukur atas nihilnya korban jiwa dalam insiden ini. Tidak ada laporan warga atau petugas yang mengalami luka-luka akibat musibah tersebut.

Imbauan Tegas untuk Warga

Menyikapi insiden ini, pihak berwenang mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat sekitar. Warga diminta untuk tidak sembarangan melakukan aktivitas pembakaran di dekat kawasan hutan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lainnya di sekitar kawasan hutan,” tegas Iptu Dwi Utomo.

Ia mengingatkan bahwa kondisi vegetasi yang kering rentan memicu perambatan api dalam waktu singkat. Kelalaian kecil dikhawatirkan dapat memicu bencana hutan berskala besar.

Peran Serta Aktif Masyarakat

Kepolisian bersama pihak Perhutani berkomitmen untuk terus menggandeng masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Sinergi lintas elemen ini dinilai menjadi kunci utama pencegahan karhutla.

Warga diimbau agar senantiasa waspada dan tidak ragu melapor jika menemukan potensi ancaman di wilayah hutan. Respons cepat dari masyarakat terbukti menyelamatkan aset alam yang sangat berharga.

“Kepolisian bersama petugas Perhutani juga terus mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api,” pungkasnya.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P

iklan