Portal Pantura, Brebes – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban mengadakan program edukasi kesehatan tentang pencegahan diabetes yang dikombinasikan dengan pelatihan pembuatan jamu kunyit asam di Balai Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Senin (16/2/2026). Kegiatan yang diikuti puluhan anggota PKK ini merupakan upaya mendorong penerapan gaya hidup sehat di tingkat komunitas.
Program sosialisasi difokuskan pada peningkatan literasi kesehatan masyarakat, terutama kelompok ibu-ibu, dalam mengenal tanda-tanda awal diabetes melitus dan cara pengendaliannya melalui modifikasi gaya hidup.
Kenali Gejala Diabetes Sejak Dini
Tim mahasiswa KKN memaparkan bahwa diabetes melitus adalah kondisi kronis yang ditandai peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Penyakit ini kerap tidak terdeteksi pada stadium awal karena gejalanya yang relatif ringan.
Beberapa tanda peringatan yang perlu diwaspadai mencakup rasa haus berlebihan, frekuensi buang air kecil yang meningkat, rasa lapar tidak normal, kelelahan kronis, serta proses penyembuhan luka yang membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.
Tim pemateri juga menguraikan berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, di antaranya riwayat keluarga dengan diabetes, kelebihan berat badan, dan minimnya aktivitas fisik sehari-hari.
Pencegahan Melalui Perubahan Pola Hidup
Sebagai langkah preventif, mahasiswa KKN mengajak peserta menerapkan beberapa kebiasaan sehat. Rekomendasi yang diberikan meliputi konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, aktivitas fisik teratur minimal 30 menit per hari, dan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.
Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami topik kesehatan ini. Sejumlah pertanyaan diajukan terkait menu makanan yang tepat untuk pencegahan diabetes serta frekuensi ideal melakukan cek gula darah.
Apresiasi Pengurus PKK
Ketua PKK Desa Cilibur, Enah Tarsinah, memberikan respons positif terhadap inisiatif mahasiswa KKN. Menurutnya, program semacam ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas kesehatan masyarakat di level desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan KKN ini karena memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi ibu-ibu. Semoga ilmu yang didapatkan dapat diterapkan dalam keluarga masing-masing,” kata Enah.
Praktik Pembuatan Jamu Tradisional
Bagian kedua kegiatan diisi dengan workshop praktis pembuatan jamu kunyit asam, minuman tradisional Indonesia yang dikenal memiliki khasiat kesehatan. Peserta tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi langsung terlibat dalam proses pembuatan mulai dari persiapan bahan hingga penyajian.

