Sepanjang 2025, 62 laporan kasus narkoba ditangani, dengan 56 kasus berhasil diselesaikan.
Barang bukti yang diamankan tak sedikit: sabu, tembakau sintetis, hingga ribuan butir obat terlarang. Kasus curanmor dan penganiayaan pun tak luput dari sebuah penuntasan.
Menjelang pergantian tahun, Polres Tegal Kota memilih langkah berbeda. Alih-alih pesta dan kemeriahan, kesederhanaan dan kepedulian menjadi tema utama malam Tahun Baru 2026. Bersama Wali Kota dan Forkopimda, diputuskan tidak ada pesta kembang api.
“Malam Tahun Baru kita isi dengan doa bersama dan penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” kata Kapolres.
Namun di balik suasana khidmat itu pengamanan tetap maksimal. Seluruh kekuatan dikerahkan bersama TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan instansi terkait.
Personel disebar di titik-titik strategis, mulai dari kawasan Alun-Alun hingga jalur menuju Stasiun Tegal, memastikan denyut aktivitas masyarakat tetap berjalan aman.
Kapolres pun mengajak masyarakat menutup tahun dengan cara yang lebih bermakna.
“Mari sambut Tahun Baru dengan cara yang sederhana, aman, dan penuh rasa syukur,” pungkasnya.
Di penghujung 2025, Kota Tegal tak hanya mencatat angka statistik. Ia mencatat harapan bahwa keamanan bukan sekadar tugas aparat, melainkan hasil kebersamaan seluruh warganya.***

