Kedua opsi akan melalui proses diskusi teknis lebih lanjut antara pemerintah provinsi dan kabupaten sebelum diambil keputusan final.
Sekolah Tetap Beroperasi Meski Terdampak
Sementara penanganan jalan masih dalam tahap persiapan, SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan yang memiliki 108 siswa berhasil mempertahankan aktivitas pembelajaran. Kepala Sekolah Ahmad Najib mengungkapkan bahwa sekolah telah memindahkan kegiatan belajar mengajar ke gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah yang berjarak sekitar 200-300 meter dari lokasi semula.
“Kegiatan belajar masih berjalan dengan baik meskipun dipindahkan sementara,” kata Ahmad Najib, menegaskan komitmen sekolah untuk tidak menghentikan proses pendidikan siswanya.
Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan pentingnya kontinuitas pendidikan tersebut. “Anak-anak sekolah tidak boleh berhenti. Kepala sekolah segera melapor ke dinas terkait jika ada kekurangan. Meskipun SMP menjadi kewenangan kabupaten, provinsi akan ikut membantu,” tegasnya.
Rencana Relokasi Jangka Panjang
Pihak sekolah bekerja sama dengan Amal Usaha Muhammadiyah telah menyiapkan lokasi alternatif untuk relokasi sekolah secara permanen. Usulan relokasi sudah dilaporkan kepada dinas terkait dan menunggu proses verifikasi teknis.
Relokasi dinilai penting bukan hanya untuk menyelamatkan aset bangunan sekolah, tetapi juga untuk menjamin keamanan jangka panjang proses pembelajaran. Dengan lokasi baru yang terhindar dari risiko longsor, siswa dan guru dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar tanpa kekhawatiran akan bencana alam serupa.***
Seorang nelayan wanita sedang menjemur ikan di kawasan pesisir Kabupaten Brebes untuk menjaga kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. (Foto: Humas Dinkominfotik Brebes)
" data-large-file="https://www.portalpantura.com/wp-content/uploads/2026/11/Nelayan-Wanita-Menjemur-Ikan.jpg" />
