Dalam sambutannya, Mochamad Sodiq menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat yang telah dibawa oleh ForPBes.
“Ibadah haji dan umroh adalah impian banyak umat Islam. Melalui workshop ini, kita tidak hanya berdoa, tetapi juga berusaha, dengan cara yang kreatif dan terukur.”
Lia Firdausy telah membagikan strategi sederhana, bahwa membangun personal branding dapat menghidupkan media sosial, dan terus aktif dalam komunitas.
Menurutnya, cara cepat untuk bisa ke tanah suci adalah dengan menjadikan aktivitas dakwah dan bisnis umroh sebagai ladang kebermanfaatan, bukan sekadar transaksi.
Esensi acara ini terletak pada narasi yang dibangun: bahwa siapa pun bisa berangkat ke tanah suci, asalkan bersungguh-sungguh dan menempuh jalan yang halal.
Bukan hanya mimpi kaum kaya, tapi juga milik pejuang kecil yang menabung dari keuntungan dagangannya di pasar tradisional, atau dari konten dakwah yang konsisten di media sosial.
Lebih dari itu, kegiatan ini meneguhkan identitas Brebes sebagai tanah yang subur, bukan hanya bagi pertanian, tapi juga bagi tumbuhnya insan muda yang religius, produktif, dan berdaya saing.
Dari 17 kecamatan dan 297 desa ForPBes hadir sebagai ruang silaturahmi berbagi, dan saling menguatkan.
Akhirnya, workshop ini bukan sekadar bicara tentang haji dan umroh. Ia bicara tentang mimpi yang dirawat dengan kerja keras.
Tentang iman yang dipadukan dengan strategi, dan tentang bagaimana pemuda daerah bisa menjadi agen perubahan, dari desa ke dunia.***
Tim Redaksi
