TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Menghadapi Musibah Dalam Perspektif Iman: Ajaran Nabi dan Para Sahabat

×

Menghadapi Musibah Dalam Perspektif Iman: Ajaran Nabi dan Para Sahabat

Sebarkan artikel ini
Menghadapi Musibah Dalam Perspektif Iman: Ajaran Nabi dan Para Sahabat
IKLAN
Ukuran teks

Penolakan pertama bukanlah kegagalan, tetapi jalan menuju rezeki lebih besar.

Mantan Budak Nabi dan Sang Singa

Seorang mantan budak Rasulullah bertemu singa di padang pasir. Bukannya panik, ia justru berkata: “Wahai singa, aku adalah mantan budak Rasulullah. Tunjukkan aku jalan.”

Singa itu menuntunnya hingga menemukan jalan besar. Orang yang mengenal Allah tidak memandang musibah sebagai ancaman.

Jenis-Jenis Musibah

Musibah Materi

iklan

“Walanaabluwannakum bisyai’im minal khaufi wal juu’i” (QS. Al-Baqarah: 155). Allah menguji dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, dan kematian.

Ini yang disebut bala—ujian yang tampak negatif secara lahiriah.

Musibah Spiritual

Hidup dan mati sendiri adalah ujian. “Khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala” (QS. Al-Mulk: 2). Allah menciptakan hidup dan mati untuk menguji siapa yang terbaik amalnya.

Musibah spiritual meliputi maksiat, kesombongan karena ketaatan, atau fanatisme pemahaman agama.

Prinsip Imunisasi Rohani

Seperti vaksin yang memasukkan penyakit untuk membangun antibodi, musibah menempa jiwa agar lebih kuat.

Orang yang selama ini merasa suci, ketika tertimpa maksiat, justru menjadi lebih rendah hati. Ia tidak lagi menghakimi orang lain.

Ciri Orang yang Dewasa Menyikapi Musibah

Imam Zunnun Al-Mishri berkata: “Ash-shabru adamusy syakwa” (Kesabaran adalah tidak mengeluh).

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P